Berita Terkini
Penarafflesia.com, Kota Bengkulu - Menyikapi keluhan masyarakat menyusul langka serta tingginya harga minyak goreng belakangan ini, Gabungan Komisi 1 dan Komisi 3 DPRD Kota Bengkulu Senin siang (21/02) menggelar sidak ke beberapa agen minyak goreng dan gudang toko modern.
Dalam sidak ini diketahui bahwa sejak awal tahun, stok minyak goreng di gudang memang kosong dan dapat dipastikan tidak ada penimbunan minyak goreng yang terjadi di Kota Bengkulu.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Dedi Yanto menjelaskan Kegiatan sidak yang berlangsung di dua lokasi gudang penyimpanan, yaitu Telaga Mas dan Indomaret ini di dapati kekurangan ketersediaan stok minyak goreng dimulai awal bulan Januari.
“Kami melakukan peninjauan di beberapa gudang, memang stok minyak goreng masih sedikit dan beberapa ada juga yang kosong,” kata Dedi Yanto.
Saat melakukan sidak di gudang distributor Telaga Mas, didapati ketersediaan minyak goreng perbulan Januari hanya tiga mobil, sementara biasanya suplai minyak goreng sendiri berkisar 13-15 mobil perbulan.
“Ini harus segera didistribusikan, Walaupun masih tergolong sedikit tetapi ini sangat berarti pada masyarakat,” sampai Dedi Yanto
Selain meninjau gudang penyimpanan Telaga Mas, Dedi Yanto bersama tim juga melakukan peninjauan di gudang penyimpanan minimarket Indomaret dan hasilnya memang tidak didapati ketersediaan stok Minyak Goreng di dalam gudang.
“Memang tidak ada penimbunan karena setelah diperiksa juga tidak ada stok, setelah kami konfirmasi awal bulan Februari masih tersedia beberapa stok di gerai indomaret, tapi itu merupakan stok lama,” ujar Dedi Yanto
Kepala Cabang Indomarco Prismatama Bengkulu mengungkapkan dari awal Januari 2022 distribusi minyak goreng mengalami kendala, pihak cabang sendiri telah melakukan order setiap bulannya, tetapi belum ada suplai yang dikirimkan dari pusat.
“Hari ini kami tidak melakukan pengiriman, tidak ada yang ditutupi tetapi memang barang di gudang sendiri kosong,” kata Arvan selaku DBM Cabang Indomarco Prismatama Bengkulu
Padahal lanjut Arvan, ketika harga minyak masih normal, pihaknya mengirimkan minyak goreng ke toko yang ada tiga hari sekali, namun saat ini kiriman dari pabrik juga tidak seperti biasanya, sehingga dapat di pastikan stok minyak goreng pada gerai indomaret masih kosong. (Red)