Skip to main content

Dapur MBG Seluma Diminta Utamakan Bahan Pangan Lokal, Dorong Perekonomian Masyarakat

Kepala DKP Seluma, Amri.
Kepala DKP Seluma, Amri.

BENGKULU –  Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi rakyat.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kebutuhan pangan harian untuk pelaksanaan Program MBG pada tahun 2026 akan meningkat signifikan seiring dengan jumlah penerima yang mencapai 82,9 juta orang. Kondisi ini dinilai menciptakan peluang besar bagi sektor pangan nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Seluma terus memperkuat implementasi program MBG di daerah. Keberadaan dapur MBG di Kabupaten Seluma diharapkan memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menegaskan agar seluruh pengelola dapur MBG memprioritaskan pembelian bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal.

Kepala DKP Seluma, Amri, menyampaikan bahwa kewajiban penggunaan bahan pangan lokal sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

“Untuk mensejahterakan masyarakat dan membangun ekonomi daerah, instruksi presiden sangat jelas: bahan pangan untuk MBG harus berasal dari masyarakat Kabupaten Seluma, seperti beras, cabai, telur, buah-buahan, dan lainnya,” ujar Amri.

Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan sebelumnya, sejumlah dapur MBG masih mengambil pasokan dari luar daerah. Namun setelah dilakukan sosialisasi, sebagian besar pengelola dapur kini sudah mulai membeli langsung dari petani dan masyarakat setempat.

Meski demikian, Amri mengakui masih ada beberapa komoditas yang belum tersedia di Seluma, terutama sayur-sayuran. Untuk itu, pengelola dapur MBG masih diperbolehkan mengambil suplai dari Kota Bengkulu maupun Kabupaten Rejang Lebong.

“Kemarin kami meninjau dapur MBG di Desa Cahaya Negeri. Awalnya mereka mengambil bahan pokok dari Bengkulu, tetapi sekarang sudah beralih membeli dari masyarakat lokal. Hanya saja, untuk sayuran mereka masih bergantung pada pasokan dari Kota Bengkulu atau Curup, Rejang Lebong,” jelasnya.

Amri menegaskan, selain memastikan ketersediaan dan kualitas bahan pangan, DKP juga berperan memperkuat rantai pasok lokal agar keberadaan dapur MBG benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Ini perlu menjadi perhatian bersama agar UMKM, masyarakat, dan petani lokal kita bisa terbantu,” tutupnya. (adv)

  • penarafflesia.com

Berita Terkini