Aksi Sampah "Menyapa” Kantor Wali Kota, Pemkot Bengkulu Wacanakan Ambil Alih Pengelolaan
Kota Bengkulu - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai tersadar untuk mempertimbangkan pengambilalihan penuh pengelolaan sampah yang selama ini diserahkan kepada pihak swasta.
Wacana ini mencuat bukan karena kajian panjang atau evaluasi mendalam, melainkan setelah tumpukan sampah mendarat manis di halaman Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Bengkulu.
Aksi para sopir pengangkut sampah yang membuang muatan di dua kantor simbol kekuasaan itu disebut-sebut sebagai bentuk protes atas akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sulit dilalui masalah klasik yang tampaknya baru terasa serius.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengaku aksi tersebut justru menuai banyak dukungan dari masyarakat. Dukungan itu membanjiri WhatsApp dan sambungan telepon pribadinya.
“Aksi para sopir yang membuang sampah di halaman Pemkot, saya banyak mendapat WhatsApp dan telepon. Alhamdulillah banyak yang memberi support kepada Pemerintah Kota Bengkulu,” ujar Dedy dalam video pribadinya yang berdurasi 3 menit, Rabu (26/1/25).
Menurut Dedy, kejadian tersebut sejatinya tak perlu terjadi jika para sopir pengangkut sampah mampu menahan diri. Ia menegaskan, selama ini para sopir telah mendapatkan penghidupan dari kerja sama pengelolaan sampah sebuah pengingat yang terdengar seperti teguran moral di tengah persoalan infrastruktur yang tak kunjung tuntas.
“Karena sejatinya persoalan itu tidak perlu terjadi kalau para sopir yang selama ini sudah mendapatkan penghidupan dari kerja sama itu bisa menahan diri,” katanya.
Lebih lanjut, Dedy mengungkapkan bahwa kini muncul aspirasi dari masyarakat agar Pemkot Bengkulu berhenti menggunakan jasa pihak swasta dalam urusan sampah. Aspirasi itu, katanya, sedang dipertimbangkan tentu setelah sampah berhasil menarik perhatian lebih dulu.
“Sebenarnya bisa saja pemerintah tidak menggunakan jasa pihak swasta. Banyak juga yang menyampaikan agar pemerintah mengambil alih pengelolaan, tidak lagi menggunakan pihak swasta. Ini sedang saya pertimbangkan,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika opsi tersebut dianggap paling tepat, maka Pemkot Bengkulu siap mengambil alih pengelolaan sampah secara total.
“Bila itu memang terbaik, kemungkinan kita akan ambil alih. Pemerintah semua yang akan mengolah sampah tadi,” tegas Dedy.
Namun demikian, diakhir pernyataannya, Dedy kembali mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan memilah sampah dari rumah masing-masing. (*)
