Skip to main content

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Wujudkan Percepatan Pembangunan Daerah

Teuku Zulkarnain
Teuku Zulkarnain

Bengkulu – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE, menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam upaya membangun Provinsi Bengkulu yang lebih baik. 

Ini disampaikannya usai menerima kunjungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE-Ir. H. Mi'an ke DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (04/03/2025).

Menurutnya, langkah yang dilakukan pak gubernur dan wagub Bengkulu, untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki visi dan misi yang sejalan dalam mencapai kemajuan daerah.

“Safari itu bertujuan agar gerak langkah kita dalam membangun Provinsi Bengkulu menjadi sinergis. Semua pihak harus memiliki satu tujuan, yaitu bagaimana membuat Bengkulu lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Teuku Zulkarnain dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa program-program pembangunan yang akan dijalankan harus selaras dengan prioritas pemerintah pusat, seperti infrastruktur, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberian makan bergizi gratis. Menurutnya, sinergi ini penting agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

“Kita harus fokus pada program-program prioritas, seperti infrastruktur, pangan, pendidikan, dan kesehatan. Ini semua adalah hal-hal yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Dengan demikian, anggaran yang kita miliki harus dialokasikan secara efisien, sesuai dengan surat edaran Mendagri yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2025,” jelasnya.

Teuku Zulkarnain juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan pusat, terutama dalam hal alokasi anggaran. Ia mencontohkan, meskipun banyak proyek infrastruktur di pusat yang mengalami pemangkasan anggaran, Provinsi Bengkulu justru berhasil mempertahankan alokasi anggaran untuk infrastruktur. Hal ini, menurutnya, sangat penting karena infrastruktur merupakan penggerak utama perekonomian daerah.

“Infrastruktur adalah kunci untuk menggerakkan roda ekonomi. Proyek-proyek infrastruktur menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kita sepakat untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan provinsi dan ambulans,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teuku Zulkarnain mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan pimpinan DPRD dan gubernur, telah disepakati fokus pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah pedesaan.

“Kita juga berfokus pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat Bengkulu memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan berkualitas. Kita juga telah membahas program cetak sawah baru seluas 2.000 hektar, yang disambut baik oleh pimpinan DPRD,” tambahnya.

Selain itu, Teuku Zulkarnain menyebutkan bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan secara maksimal, termasuk pemangkasan anggaran perjalanan dinas sebesar 50%, publikasi 50%, dan pengurangan anggaran rutin. Hasil dari efisiensi ini akan dialokasikan kembali untuk program-program prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pembukaan lapangan kerja.

“Kita akan melakukan efisiensi anggaran secara maksimal, termasuk pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan publikasi. Hasilnya akan dialokasikan untuk program-program prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ini semua sudah diatur dalam surat edaran Mendagri,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa program sudah direalisasikan, termasuk pembebasan pungutan di sekolah-sekolah dan penyediaan ambulans. Menurutnya, anggaran sebesar 25 miliar rupiah telah dialokasikan untuk penyediaan 100 unit ambulans, yang sebagian besar akan didanai melalui APBD dan skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Bengkulu.

“Kita sudah menyediakan anggaran 25 miliar rupiah untuk ambulans, dan rencananya akan ada 100 unit yang disediakan. Sebagian akan didanai melalui APBD, dan sebagian lagi melalui skema CSR,” ujarnya.

Teuku Zulkarnain menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap, mengingat anggaran yang tersedia. Menurutnya, untuk menyelesaikan seluruh proyek infrastruktur jalan provinsi, dibutuhkan anggaran sekitar 2,5 triliun rupiah. Sementara itu, anggaran yang tersedia saat ini hanya sekitar 500 miliar rupiah.

“Kita menyadari bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menyelesaikan seluruh proyek jalan provinsi, kita membutuhkan sekitar 2,5 triliun rupiah. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya sekitar 500 miliar rupiah, jadi pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Teuku Zulkarnain berharap agar sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga, terutama dalam momentum bulan Ramadan yang penuh berkah. Ia berharap, dengan kerja sama yang baik, Provinsi Bengkulu dapat mencapai kemajuan yang lebih signifikan di masa depan.

“Semoga dengan sinergi yang baik, kita dapat bekerja seiring sejalan untuk membangun Bengkulu yang lebih baik. Momentum bulan Ramadan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan bersama,” pungkasnya. (Red)

  • rica store

Berita Terkini