Berita Terkini
BENGKULU – Pengamat politik dan filsuf Indonesia, Roky Gerung, menilai Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu layak dikembangkan menjadi bandara internasional. Menurutnya, bandara ini tidak hanya memiliki nilai strategis secara ekonomi, tetapi juga sarat makna historis yang merepresentasikan identitas bangsa.
“Bandara Fatmawati mengingatkan kita pada sejarah. Ibu Fatmawati Soekarno bukan hanya tokoh Bengkulu, tapi tokoh dunia. Karena itu, bandara ini sudah seharusnya berstatus internasional,” terangnya.
Ia menambahkan, pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara internasional akan memberikan efek berantai bagi pembangunan daerah, mulai dari tumbuhnya aktivitas ekonomi, investasi, hingga peningkatan infrastruktur pendukung.
“Nama Bung Karno dan Fatmawati adalah nama dunia. Dengan membuka akses melalui bandara internasional, ekonomi akan bergerak, infrastruktur tumbuh, dan Bengkulu akan lebih terbuka bagi dunia luar,” tegas Roky.

Roky juga mengingatkan pemerintah pusat agar memberi perhatian lebih terhadap Bengkulu yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa.
“Sejak abad ke-17, Bengkulu sudah bergaung hingga ke ibu kota-ibu kota Eropa. Ini menunjukkan betapa layaknya Bengkulu menjadi pintu gerbang internasional,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyambut positif pandangan Roky Gerung dan menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menantikan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Presiden, untuk mewujudkan status internasional bagi Bandara Fatmawati Soekarno.
“Kami berterima kasih atas pandangan dan dukungan Pak Roky Gerung. Pemerintah Provinsi Bengkulu menunggu arahan dan kebijakan dari Bapak Presiden terkait pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara internasional,” kata Helmi Hasan.
Helmi menegaskan, pengembangan bandara ini menjadi bagian dari visi besar Bengkulu sebagai provinsi yang terbuka, berdaya saing, dan berperan penting dalam konektivitas wilayah barat Indonesia. (Adv)