Berita Terkini
Penarafflesia.com - Sebanyak 938 guru dari berbagai tingkatan pendidikan ikut serta dalam Workshop Gurame yang digelar oleh Dinas Dikbud di GOR Curup. Acara bertajuk "Sukses Menjadi Guru Kreatif, Inovatif, dan Menyenangkan" ini dibuka oleh Bupati Rejang Lebong, Drs.H. Syamsul Effendi, MM. Kang Deden Hamsyah, konsultan anak dan trainer dari Jakarta, turut hadir sebagai narasumber.
Para peserta terdiri dari 556 guru SD kelas bawah, 167 guru TK, 185 guru PAUD, 30 guru penggerak angkatan 5, 7, dan 8, serta 33 guru dari sekolah penggerak angkatan 1 dan 2. Kehadiran Bupati disambut dengan adat sekapur sirih, tarian cilik dari murid TK Bhayangkari, dan hentakan musik dhol dari Sanggar Boloak Tun Ite SMPN 1.
Bupati Syamsul Effendi mengungkapkan bahwa kurikulum merdeka menjadi landasan pembelajaran instrakurikuler yang beragam. Dengan fokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta kompetensi terobosan, tujuan kurikulum ini adalah membantu guru dan kepala sekolah menciptakan proses belajar yang lebih relevan, mendalam, dan menyenangkan.
Kadis Dikbud, Rezza Pahlevie, SH, MM, menjelaskan bahwa workshop Gurame dilaksanakan mandiri, menunjukkan komitmen guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. "Kurikulum merdeka memberi kesempatan guru untuk berkreativitas dan inovatif," ujarnya. Rezza juga mengingatkan guru untuk menjauhi tindakan asusila yang bisa merugikan citra pendidikan.
Ketua panitia pelaksana workshop Gurame, Zakaria, SPd, menegaskan tujuan dari acara ini. "Workshop ini ditujukan untuk menambah kompetensi guru terkait program kurikulum merdeka yang menyenangkan, mendukung visi dan misi Pendidikan Indonesia, serta membantu pemulihan pembelajaran dengan kurikulum yang lebih fleksibel," tutup Zakaria.
Pewarta : Ranthy
Editor : Yusuf