Berita Terkini
Penarafflesia.com - Selain mewajibkan penggunaan Batik Sekundang setiap hari Kamis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan menyajikan panganan lokal khas Kabupaten Bengkulu Selatan (Bengkulu Selatan) di setiap kegiatan rapat ataupun event resmi lainnya.
Instruksi tersebut disampaikan langsung melalui Surat Edaran (SE) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE, MM. Hal ini dilakukan untuk mendukung dan melestarikan beragam aneka jenis panganan khas daerah, serta menumbuhkembangkan ekonomi kreatif lokal.
"Diharapkan imbauan dapat dipatuhi guna mendukung dan melestarikan beragam aneka jenis panganan khas daerah. Serta menumbuhkembangkan ekonomi kreatif lokal," ujar Kabag Porkopim Setkab Bengkulu Selatan, Aan Syaputra, S.Kom, (4/5/2024).

Aan menjelaskan bahwa dengan mendukung gerakan keberagaman pangan lokal ini, maka pola makan juga akan menjadi lebih beragam.
"Selama ini, beras memang dominan, tapi yang namanya jagung, pisang, ubi jalar, sagu, singkong dahulu sangat umum merupakan makanan pokok. Masyarakat terbiasa makan jagung, sagu, ubi jalar, pisang dan singkong sebagai makanan pokok. Atau bisa pula, rebusan kacang dan produk palawija lainnya sebagai makanan sehari-hari maupun cemilan," terang Aan.
Kabag melanjutkan, menghidupkan kembali pangan lokal merupakan pekerjaan besar yang memerlukan kerja sama dari semua pihak.
"Upaya menghidupkan kembali pangan lokal adalah pekerjaan besar yang memerlukan kerja keroyokan. Banyak pihak terlibat dan perlu komitmen kuat bersama. Perlu koordinasi, tidak mudah tapi harus dan prioritas," ungkap Aan.
Oleh karena itu, Aan meminta agar seluruh komponen yang terlibat perlu bersinergi dengan baik, termasuk dengan pihak lembaga penelitian yang menangani pangan lokal.
"Selain beras harus fokus untuk menemukan tanaman yang berproduktivitas tinggi yang betul-betul unggul untuk dipromosikan kepada masyarakat," demikian Kabag. (Adv)