Berita Terkini
PR – Lambanya penanganan pendangkalan pelabuhan Pelindo ternyata tak hanya menyusahkan aktivitas kapal besar pengangkut BBM dan Batubara. Ribuan Nelayan kota Bengkulu pun tak luput dari rasa cemas bila hendak melintas ke Area tersebut.
“Sekarang bila hendak melewati jalur tersebut kami merasa was-was, kuatir kapal kami akan kandas menghantam tumpukan pasir yang makin hari, makin tinggi, tutur seorang nelayan pulau bai, yang meminta namanya tak disebutkan karena kuatir ditandai oleh pihak pelindo. Jangan sebut nama kami bang, nanti kami takut dilarang melintas oleh pihak Pelindo, tuturnya dengan gugup.”
Hal senada dikatakan oleh, Ketua Komunitas Jagalaut Sumber Jaya, Hartatok.
“Jadi bang, saat nelayan melintas dialur tersebut, mereka kuatir akan kandas, bila satu saja kapal kandas, maka seluruh kapal nelayan tak bisa melintas jalur tersebut, karena jalur tersebut hanya bisa dilewati satu kapal saja, tidak memungkinkan untuk berpapasan.” Terangya.
“Kami memohon pada pihak pelindo selaku badan usaha milik Negara, untuk memikirkan rakyat kecil yang bila sehari saja tidak melaut, akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, Pinta pria paruh baya yang telah belasan tahun mengadvokasi nelayan, tersebut.
Diketahu, Gubernur Provinsi Bengkulu telah berkunjung ke Pelindo untuk meminta BUMN tersebut untuk segara mengeruk alur yang mengalami pendangkal demi melancarkan aktivitas bongkar muat barang maupun orang.
Permintaan Gubernur tersebut, didukung penuh oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain dengan tegas meminta Pelindo untuk segera mengatasi masalah sendimentasi yang menggagu aktivitas masyarakat atau angkat kaki bila dirasa tak mampu meringankan beban rakyat Bengkulu. (Red)