Skip to main content

Gubernur Bengkulu Bantu dan Semangati Korban Banjir Bandang Agam

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta rombongan tiba untuk meninjau langsung dan memberikan bantuan, Rabu (15/5).
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta rombongan tiba untuk meninjau langsung dan memberikan bantuan, Rabu (15/5).

Agam, Penarafflesia.com - Suasana haru menyelimuti lokasi musibah banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta rombongan tiba untuk meninjau langsung dan memberikan bantuan, Rabu (15/5).

Kunjungan Gubernur Rohidin membawa semangat baru bagi para korban yang masih berduka atas kehilangan rumah dan harta benda akibat bencana alam tersebut. Nikmah Dritanti, seorang warga Kecamatan Sungai Puang, mengungkapkan rasa harunya atas kepedulian Gubernur Rohidin.

"Kami sangat terharu atas kunjungan Pak Gubernur dan bantuan dari masyarakat Bengkulu. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus semangat menjalani kehidupan," ujar Nikmah dengan penuh haru.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta rombongan tiba untuk meninjau langsung dan memberikan bantuan, Rabu (15/5).

Senada dengan Nikmah, Zulfalinda, warga Kecamatan IV Koto, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu dalam penanganan tanggap bencana.

"Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu kami dalam masa sulit ini. Semoga Pak Gubernur selalu sehat dan sukses," ucap Zulfalinda.

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Budi Perwira Negara, menginformasikan bahwa hingga saat ini, operasi pencarian dan pembersihan lokasi musibah masih terus dilakukan. Satu korban masih belum ditemukan oleh tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Basarnas Sumatera Barat, dan Tim Relawan.

"Hingga Rabu siang ini (15/5), data korban meninggal dunia mencapai 22 jiwa dan 1 orang masih dalam pencarian. Sementara 5 orang dari 94 korban luka masih dirawat di rumah sakit. Kita doakan bersama agar musibah ini segera berlalu," ungkap Budi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban akibat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor di Sumatera Barat sejak Sabtu (11/5). Per Selasa (14/5) pukul 18.35 WIB, tercatat 58 orang meninggal dunia dan 35 orang masih dalam pencarian.

Banjir lahar dan longsor melanda enam titik di Sumatera Barat, yaitu Bukikbatabuah (Kabupaten Agam), Pandai Sikek (Kabupaten Sepuluh Kota), Lubuk Mata Kuciang, Lembah Anai, Simpang Manunggal, dan Jorong Panti (Kabupaten Tanah Datar). (Adv)

  • rica store

Berita Terkini