Skip to main content

Festival Tabut Bengkulu Dibuka oleh Gubernur Rohidin, Menandai Awal Perayaan Budaya Selama Sepuluh Hari

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka Festival Tabut ditandai dengan pemukulan alat musik dhol, Sabtu malam (6/7/2024).
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka Festival Tabut ditandai dengan pemukulan alat musik dhol, Sabtu malam (6/7/2024).

Penaraflesia.com - Festival Tabut, keramaian budaya asli Bengkulu, resmi dibuka oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Sabtu malam (6/7/2024). Acara pembukaan yang meriah ditandai dengan pemukulan alat musik dhol, menandakan dimulainya rangkaian acara yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kota Bengkulu, dan akan berlangsung selama sepuluh hari hingga 16 Juli mendatang.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, Kerukunan Keluarga Tabut (KKT), dan berbagai pihak terkait. Festival Tabut, yang merupakan budaya turun-temurun di Bengkulu, tetap bertahan di tengah modernisasi dan tidak hanya menjadi perayaan rakyat, tetapi juga menampilkan keragaman seni dan budaya yang ada di Bengkulu.

Sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf RI, Festival Tabut diharapkan dapat menginspirasi festival-festival lain di tingkat kabupaten, seperti Festival Gurita di Kabupaten Kaur dan Festival Danau Nibung di Mukomuko, untuk juga masuk dalam daftar KEN Kemenparekraf.

Adv

Pemda Provinsi Bengkulu terus melakukan terobosan untuk memperkenalkan budaya Bengkulu secara luas. Salah satu inisiatif yang sedang dirancang adalah penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah menjadi destinasi wisata yang memadukan budaya dan keindahan alam. Gubernur Rohidin menjelaskan, “Kami bersama Badan Muyawarah Adat (BMA) Bengkulu dan pelaku seni Bengkulu sedang merancang agar kawasan Danau Dendam Tak Sudah menjadi destinasi wisata budaya yang terintegrasi dengan wisata danau. Kami berharap di tahun 2025, selain Festival Tabut, juga akan ada Festival Danau Dendam Tak Sudah.”

Gubernur Rohidin juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenparekraf yang telah menjadikan Festival Tabut sebagai salah satu prioritas nasional. Dukungan ini memungkinkan sektor pariwisata Bengkulu untuk semakin berkembang dan dikenal di tingkat nasional.

Festival Tabut tidak hanya menampilkan berbagai hiburan rakyat tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyebutkan bahwa Festival Tabut tahun ini diikuti oleh 120 sanggar seni dan komunitas seni budaya di Bengkulu. Sebanyak 400 UMKM dengan 1.500 pelaku ekonomi kreatif turut berpartisipasi dalam festival ini.

Festival ini dimeriahkan dengan berbagai pagelaran seni budaya, termasuk lomba dhol, lomba tari kreasi, telong-telong, dan lomba ikan-ikan. Pertunjukan dari daerah tetangga, seperti Kota Padang, Sumatera Barat, juga turut menyemarakkan acara. Selain rangkaian acara adat, festival ini juga menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas dan kekayaan budaya lokal.

Pembukaan Festival Tabut juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Staf Khusus Pariwisata RI Okto Irianto dan Kepala Badan Keamanan Laut Jenderal Irwansyah, yang merupakan putra asli Provinsi Bengkulu. Selain itu, perwakilan dari Provinsi Jambi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut hadir dalam acara ini. (Adv)

  • rica store

Berita Terkini