Skip to main content

DPK Provinsi Bengkulu Jadikan Naskah Kuno Berbasis Digital

PENARAFFLESIA, BENGKULU - Terobosan demi terobosan dilakukan pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu dalam memperkaya dan mempertahankan arsip yang dimiliki Provinsi Bengkulu. Baru-baru ini pihaknya menjalin bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan Museum Negeri Bengkulu, DPK Provinsi Bengkulu menjadikan naskah kuno dalam bentuk media digital.

Kepada wartawan, Kamis pagi (15/12/2022). Sub Koordinator Bidang Deposit Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka DPK Provinsi Bengkulu, Heni Fartika Fartianti, SE, mengatakan, pada era digitalisasi seperti ini, pihaknya terus melakukan berbagai inovasi pada bidang kearsipan. Tujuannya untuk memperkaya dan mempertahankan arsip-arsip yang ada.

"Dalam upaya ini kita bekerjasama secara langsung dengan Perpusnas RI dan Museum Negeri Bengkulu. Adapun kerjasama yang dilakukan berkaitan dengan keberadaan naskah kuno koleksi dari Museum Negeri Bengkulu, yang bakal kita alihmediakan. Dalam kerjasama ini kita awali dengan workshop singkat terlebih dahulu," ungkap Heni.

Menurutnya, Naskah kuno itu bertuliskan Naskah Ulu dan dialih-mediakan menjadi media digital. Dalam prosesnya, untuk 1 naskah pengerjaa dibutuhkan waktu sekitar 20 menit," ujarnya.

Terpisah, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi, M.Pd menyampaikan, alihmedia digital merupakan salah satu kegiatan dalam melestarikan khasanah budaya bangsa. Dalam prosesnya mengalihkan naskah dari bentuk asli ke media digital. Sehingga naskah tersebut dapat disimpan dan diakses melalui komputer atau media digital lainnya.

"Ahli media seperti ini sebenarnya bukan sebatas menyelamatkan arsip yang dimiliki daerah saja, tetapi juga termasuk sebagai upaya pelestarian bahan pustaka yang bertujuan untuk memelihara, melindungi, serta menjaga koleksi pustaka agar tidak rusak," demikian Meri Sasdi.

Dalam kegiatan tersebut, dari DPK Provinsi Bengkulu turut dihadiri Sub Koordinator Layanan, Reftin, SE, Mardiah astuti, SE, MM, dan Deni Suharyadi, S.Sos. Sementara dari Perpusnas RI dihadiri Abdul Wahid, Ahmad Isawalad dan Ahmad Baiquni. Sedangkan dari Museum Negeri Bengkulu, Heri Sukoco yang mejabat sebagai Kasi Koleksi.(ADV)

  • rica store

Berita Terkini