Berita Terkini
BENGKULU - Sekretaris Disdikbud Provinsi Bengkulu, Reri Marfiani, S.E., M.Ak, memberikan keterangan terkait pembangunan SMKN 3 Kota Bengkulu pasca kebakaran. Pembangunan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang hanya dapat dialokasikan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang telah disusun sebelum insiden terjadi.
“Untuk sementara, yang dapat dibangun sesuai RKA hanya laboratorium fisika, biologi, dan rehabilitasi sebagian kerusakan ringan,” kata Reri.
Saat ini, anggaran yang tersedia untuk SMKN 3 sebesar Rp 1,3 miliar. Dikbud telah mengajukan usulan penambahan anggaran melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ke pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan yang lebih menyeluruh.
“Insyaallah, tahun 2025 pembangunan ini bisa diwujudkan melalui dana kementerian atau APBD Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Reri Marfiani juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran membuat realisasi pembangunan menyeluruh sulit dilakukan pada tahun 2024.
“Saya cukup pesimis akan ada penambahan anggaran untuk pembangunan secara keseluruhan di tahun 2024 ini. Namun, jika ada pergeseran anggaran tahun ini, tentu kami bersyukur,” katanya.
Menurutnya, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan total SMKN 3 pasca kebakaran mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Saat ini, pihak Dikbud sedang mempersiapkan perencanaan dan diperkirakan pada Maret 2024 seluruh kegiatan terkait DAK akan memasuki tahap lelang.
“Persiapan ini penting agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan sesuai rencana,” pungkasnya. (Adv)