Skip to main content

Delapan Tambang Batu Bara di Bengkulu Berhenti Beroperasi

Salah satu tambang batu bara di Bengkulu.
Salah satu tambang batu bara di Bengkulu.

Penarafflesia.com - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu mencatat bahwa delapan dari 16 perusahaan batu bara di Provinsi Bengkulu telah berhenti melakukan kegiatan penambangan dalam beberapa tahun terakhir.

"Dari 16 perusahaan, ada delapan berhenti beroperasi," ujar Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Fajar Nugraha, kemarin.

Fajar menyebut keputusan untuk menghentikan operasional mereka dipengaruhi oleh penurunan tajam harga batu bara di tingkat tambang. Selain penurunan harga, alasan lain yang menyebabkan perusahaan batu bara berhenti beroperasi adalah stok yang sudah habis, maupun terkait izin operasi untuk melakukan kegiatan di kawasan hutan serta meningkatnya biaya operasional. 

"Bahkan, dua perusahaan telah berhenti beroperasi sejak mendapatkan izin dari Kementerian ESDM," ujarnya.

Tak hanya itu, juga dipengaruhi oleh beralihnya ke sumber energi alternatif, terutama gas alam, di tengah pasokan batu bara yang masih mencukupi.

Adapun perusahaan yang dimaksud yaitu PT Bencoolen Mining, PT Bengkulu Bio Energi, PT Griya Pat Petulai Asri, PT Indonesia Riau Sri Avantika, PT Inmas Abadi, PT Kusuma Raya Utama, PT Mitra Padjadjaran Prima, dan PT Ratu Samban Mining. 

Pewarta : Kelvin Aldo 

Editor : Oki

  • rica store

Berita Terkini