Skip to main content

Bupati Kaur Hadiri Rapat Penanganan Stunting Untuk Kaur Lebih Berseri

Saat Bupati Kaur  Hadiri Rapat  Penanganan Stunting di Bengkulu belum lama ini
Saat Bupati Kaur Hadiri Rapat Penanganan Stunting di Bengkulu belum lama ini

Penarafflesia.com - Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH selaku ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kaur didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kaur Ir. Herwan, M.Si menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Se- Provinsi Bengkulu tahun 2024 oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Ballroom Hotel Mercure.

Kegiatan yang mengambil tema “Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting”, dan di buka secara langsung oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG tersebut turut di hadiri menghadiri Wakil gubernur (Wagub) provinsi Bengkulu Dr H Rpsjonsyah selaku Ketua TPPS Provinsi Bengkulu

Dilansir melalui kanal media center Provinsi bengkulu, , Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) Dalam sambutannya menjelaskan menjelang Indonesia Emas, SDM Indonesia harus berkualitas. Oleh karena itu, pencegahan stunting ini menjadi sangat penting.

Dokter Hasto menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia berkualitas sebagai salah satu pilar pencapaian visi Indonesia 2045. Hal ini harus dijalankan dengan pelaksanaan program kolaboratif dan tepat sasaran.

Dirinya menyayangkan jika angka prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023 justru mengalami kenaikan 0,4%. Karena itu Hasto menekankan perlunya fokus kepada sasaran super prioritas.

“ Setelah tahun 2020 di Bengkulu betul-betul defensi rasionya meningkat karena jumlah remaja produktif semakin berkurang sedangkan populasi lansia mendominasi. Kita berharap pemerintah dapat lebih menggalakkan lagi program KB, apabila KBnya bagus, resiko stuntingnya kecil,” jelasnya

Terkait bantuan DAK Non Fisik Sub Bidang KB, Hasto mengatakan uang tersebut dapat dipergunakan untuk uang saku, uang transport atau uang pulsa tim pendamping keluarga yang terus bekerja di lapangan melakukan pemantauan, penyuluhan, sosialisasi, edukasi dan intervensi

“Uang yang diberikan oleh pusat tadi salah satu peruntukan untuk memberikan uang saku kepada tim pendamping keluarga, pesan saya pergunakan secara maksimal dan sebaik baik nya,” tutupnya

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Rosjansyah yang juga Ketua TPPS Provinsi Bengkulu mengungkapkan terima kasih kepada Kepala BKKBN RI yang telah melakukan kunjungan kerja ke provinsi Bengkulu dalam rangka melaksanakan beberapa kegiatan program percepatan penurunan Stunting.

Wagub berharap rapat kerja daerah ini dapat merumuskan strategi dan kebijakan pembangunan berwawasan kependudukan dalam rangka kemajuan Provinsi Bengkulu ke depannya, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu.

“Kita harapkan program bangga Kencana ini benar-benar bisa terlaksana di Kabupaten/Kota, sehingga dapat membantu masyarakat dalam menerima pelayanan KB serta percepatan penurunan stunting secara umum maupun secara khusus.

“Kita Pemerintah juga mengajak semua pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergitas sekaligus penguatan komitmen dalam penurunan stunting ini,” ungkapnya

(Ahlan)

Tags
  • KENZO CELL

Berita Terkini