Berita Terkini
Penarafflesia.com - Gusnan Mulyadi SE. MM dan H. Rifai Tajudin, S. Sos, yang menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, mengakui secara terbuka bahwa beberapa program pembangunan di wilayah tersebut tidak terealisasi selama masa kepemimpinan mereka.
Menurut mereka, hal ini bukan disengaja, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Rifai Tajudin menjelaskan bahwa sejak awal masa jabatan mereka dari 2021 hingga 2024, setiap tahunnya dihadapkan dengan berbagai kendala yang menghambat proses pembangunan.
"Pada tahun 2021, fokus utama masih pada penanggulangan Covid-19, sementara pada tahun-tahun berikutnya, penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta persiapan untuk Pemilu dan Pilkada menjadi prioritas," kata Wabup Rifai.

Akibatnya, anggaran yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pun mengalami refocusing untuk menangani berbagai masalah tersebut. Mulai dari penanganan Covid-19 dan PMK hingga alokasi dana hibah untuk keperluan Pemilu dan Pilkada, semuanya memerlukan anggaran yang cukup besar, bahkan mencapai puluhan miliar rupiah.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen untuk terus bekerja keras demi pembangunan Bengkulu Selatan, meski harus menyesuaikan dengan dinamika dan prioritas yang ada. (Adv)