Berita Terkini
Penarafflesia.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Edwar Samsi terus mendorong pemerintah desa untuk memprioritaskan pembentukan perpustakaan desa sebagai langkah krusial dalam meningkatkan literasi di pedesaan. Saat ini, hanya sebagian kecil desa di Bengkulu yang memiliki fasilitas perpustakaan, dengan cakupan yang belum mencapai 50 persen.
"Kami melihat bahwa masih banyak desa yang belum memiliki perpustakaan, yang merupakan kekurangan yang signifikan dalam upaya meningkatkan literasi di wilayah pedesaan Bengkulu," ujar Edwar.
Dalam upaya mengatasi hal ini, DPRD Provinsi Bengkulu mendorong pemerintah desa untuk menggunakan dana desa secara efektif dalam membangun perpustakaan yang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang inklusif.

"Perpustakaan desa yang berbasis inklusi sosial dapat memainkan peran penting sebagai pusat kegiatan yang mendidik, mengedukasi, dan memperluas pengetahuan masyarakat desa," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah desa perlu memandang pembentukan perpustakaan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di desa. Dengan memanfaatkan dana desa secara tepat, perpustakaan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lokal, serta menjadi solusi untuk mengurangi ketimpangan akses informasi antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan indeks literasi nasional dan mendukung program-program literasi yang lebih luas di Indonesia.
"DPRD Provinsi Bengkulu berharap agar pemerintah desa segera merespons dan merealisasikan pembentukan perpustakaan desa ini. Keberadaan perpustakaan desa yang inklusif diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mengembangkan budaya membaca dan mengurangi ketergantungan pada teknologi di kalangan anak-anak dan remaja," tutupnya.
Dengan dukungan dari DPRD Provinsi Bengkulu, diharapkan pembentukan perpustakaan desa dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mengembangkan masyarakat desa yang lebih cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di era digital ini. (Adv)