Berita Terkini
Jakarta - Lambatnya mencairkan isentif tenaga kesehatan (Nakes) serta penanganan Covid-19, sehingga realisasi anggraan menjadi lamban, membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berang dan menegur 19 Provinsi. Yang dimana diantaranya termasuk Provinsi Bengkulu.
Dalam Konfrensi Pers Secara Virtual Sabtu (17/7), Kemarin, Tito menjelaskan ada sembilan belas daerah yang menerima surat teguran, diantaranya: Provinsi Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
"Kami sudah menyisir dan sudah rapat berkali-kali dengan kepala daerah masih belum ada, apa.. ada beberapa daerah yang belanja untuk penanganan COVID dan realisasi untuk insentif tenaga kesehatan masih belum banyak berubah," terang Tito.
Ia mengungkapkan teguran tertulis jarang dikeluarkan, namun langka yang cukup keras (teguran) harus dilakukan. Karena realisasi belum berjalan, sedangkan uangnya ada untuk kegiatan penanganan Covid, Isentif Nakes dan lain-lain.
“Ini harus disampaikan segera, karena kadang-kadang yang justru tau itu Bappeda atau Badan Keuangannya (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sementara kepada daerah kadang-kadang sudah berapa kali diingatkan dan mereka tidak tau kondisi saldonya, sehingga akhirnya kami kirimkan surat resmi tersebut,” tegas Tito. (Op)