Berita Terkini
Asahan, Penarafflesia.com – Kapolres Asahan AKBP Revi memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Toba 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mako Polres Asahan, Kamis (12/3/2026) pukul 16.28 WIB.
Apel gelar pasukan ini dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait, di antaranya Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Asahan, Dandim 0208/AS, Danlanal, Polisi Militer Kisaran, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri, Brimob Asahan serta Jasa Raharja.
Dalam amanatnya, Kapolres Asahan menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri.
Kapolres kemudian membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen dan sinergitas lintas sektoral dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia, termasuk potensi kenaikan harga minyak global yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.
Meski demikian, pemerintah telah menempuh berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk melalui diplomasi perdagangan serta kebijakan subsidi energi guna menjaga kestabilan harga minyak. Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih dalam kondisi cukup sehingga masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan salah satu agenda nasional yang mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta jiwa atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta jiwa.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai stakeholder melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.024 personel gabungan.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pospam), 779 Pos Pelayanan (Posyan), serta 343 Pos Terpadu. Selain itu, pengamanan juga dilakukan terhadap 185.607 objek vital seperti masjid dan lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun kereta api, hingga bandara.
Selain pengamanan, pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik juga dilakukan melalui kebijakan bersama yang meliputi pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi di jalur utama, serta pengaturan penyeberangan laut. Beberapa lokasi penimbangan kendaraan juga akan dialihfungsikan sementara sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.
Polri juga mengoptimalkan layanan darurat 110 bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa pengamanan Lebaran.
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 tersebut berakhir pada pukul 17.00 WIB.
Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres Asahan AKBP Revi juga menyampaikan kepada awak media bahwa Polres Asahan memberikan layanan gratis bagi para pemudik yang ingin menitipkan kendaraan sepeda motor di Polsek yang berada di wilayah hukum Polres Asahan.
“Kendaraan yang dititipkan akan didata dan dipastikan keamanannya. Sekali lagi saya tegaskan, layanan ini gratis tanpa dipungut biaya,” ujar Kapolres mengakhiri pertemuan dengan media.
Pewarta: Agustua