Skip to main content

Pemkab Seluma Buka Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Erwin Octavian membuka secara resmi kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting dengan melakukan deklarasi
Erwin Octavian membuka secara resmi kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting dengan melakukan deklarasi

Seluma, Penarafflesia.com - Dalam rangka mengurangi dan pencegahan Stunting di Kabupaten Seluma, Erwin Octavian membuka secara resmi kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting dengan melakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen dalam percepatan penurunan stunting oleh seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Seluma  yang mana digelar di Aula BKD Kabupaten Seluma, Rabu (27/7/2022).

Kegiatan Rembuk Aksi Pencegahan Stunting yang mana dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma dihadiri Ketua DPRD Seluma, Asisten, FKPD, Camat, kepala Desa dan tamu undangan lainya. 

Baca Juga: Bupati Seluma Launching UHC tahun 2022, Salah Satu Bentuk Seluma Melayani Menuju Seluma Alap

Bupati Seluma dalam sambutanya mengatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang  akibat kekurangan gizi kronis, sehingga terganggu nya perkembangan pada anak.

“Saya berharap komitmen yang sudah dideklarasikan dan di tanda tangani bersama ini benar-benar dilaksanakan sesuai aksi daerah yang sudah di susun beberapa waktu yang lalu,” ujar Erwin.

Persentase Aksi Penurunan Stunting Pemkab Seluma

Dalam hal ini Wakil Bupati Seluma Drs.  Gustianto sekaligus Ketua Stunting Kabupaten Seluma menambakan berdasarkan hasil survei ssgi di Kabupaten Seluma, persentase balita stunting telah mengalami penurunan yaitu 40% pada tahun 2020 menjadi 24,4% di tahun 2021. berdasarkan data operasi timbang di bulan agustus 2021, jumlah balita stunting (pendek dan sangat pendek) di kabupaten seluma sebanyak 636 atau 4.8% dari total 13.239 balita. kesenjangan data ini menjadi acuan tim TPPS untuk bekerja lebih baik lagi dalam melaksanakan aksi konvergensi penurunan stunting. berdasarkan data pk 2021 terdapat 20.630 keluarga yang beresiko stunting yang ada di Kabupaten Seluma.

“Alhamdullilah peresentase balita stunting telah mengalami penurunan dari 40 persen pada tahun 2020 sekarang menjadi 24,4 persen di tahun 2021,” Sampai Gustianto.(Az)

  • rica store

Berita Terkini