Skip to main content

Jaga Ekosistem Laut Kaur!! Tim Akar Foundation Bengkulu TC Kembali

Tim Akar dan Pemdes setempat melakukan pemasangan tanda pada lokasi yang di tutup, Minggu (04/08/2024)
Tim Akar dan Pemdes setempat melakukan pemasangan tanda pada lokasi yang di tutup, Minggu (04/08/2024)

Penarafflesia.com, Kaur – Akar Foundation Provinsi Bengkulu bersama Pemdes Merpas, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ujung lancang Desa Merpas.

Melakukan penutupan sementara titik lokasi tanggkap gurita atau temporary clusre (TC) Dikecamatan Nasal tepatnya di Gosong Lancang di Desa Merpas, Minggu (04/08/2024).

Kegiatan ini merupakan konsep Community Based Marine Management (CBMM). Atau pengelolaan laut berbasis masyarakat. Dalam menjaga keberlangsungan habitat gurita di Kabupaten Kaur.

Anggota Akar Foundation Bengkulu, Warman kudus mengatakan, pengelolaan perikanan berbasis masyarakat dengan sistem buka tutup sudah dilakukan hampir tiga tahun. Kegiatan ini, untuk memberikan waktu dan tempat bagi gurita berkembang biak.

“Penutupan sementara lokasi tangkap gurita dilakukan selama tiga bulan. Lokasi tanggap gurita kami diberikan tanda berupa bendera dan tali. Tujuannya agar nelayan tahu bahwa titik tersebut merupakan lokasi tangkap gurita yang ditutup sementara,” kata Warman Kudus kepada Penarafflesia.com.

Warman menambahkan, selama mendampingi proses buka kantup lokasi tangkap gurita. Hasil tangkapan gurita nelayan mengalami perubahan secara signifikan. Jika sebelumnya bobot gurita yang dihasilkan nelayan rata-rata 3-7 ons/ekor. Sejak menerapkan sistem buka tutup ini hasil tangkapan gurita nelayan diatas 1 Kg/ekor, paling kecil 8 ons/ekor.

“Banyak sekali tantangan yang kami dihadapi selama menerapkan sistem buka kantup lokasi tangkap gurita ini. Salah satunya berbeda pendapat dengan para nelayan lanjut harapannya dengan adanya kegiatan buka tutup lokasi tanggap gurita ini. Habitat gurita di Kabupaten Kaur semakin banyak dan kualitasnya semakin bagus,” Imbuhnya.

Terpisah Kepala Desa Merpas Yawan, menyampaikan, mengenai kegiatan yang dilakukan dalam 2 tahun belakangan ini. Penjagaan biota laut agar tetap lestari dengan cara menutup laut selama jangka 3 bulan menjadi pemahaman yang sedikit demi sedikit semakin menyebar luas di kalangan masyarakat terutama nelayan aktif di desa ini.

“Kami melakukan himbauan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam aksi penutupan sementara ini. Sebagian besar biasanya kami lakukan dengan sosialisasi dari mulut-ke mulut untuk berhenti sejenak dari menangkap gurita di daerah yang sudah sama-sama sepakati ditutup. Saya juga berterima kasih dengan teman-teman Akar karena sudah mau mendampingi dan memberikan sosialisasi pemahaman mengenai pelestarian gurita di desa kami.” Ucap kades.

(Ahlan)

 

 

 

  • rica store

Berita Terkini