Berita Terkini
Penarafflesia.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Teguh Wibowo, dan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Gayatri Susilowati, meresmikan Pusat Edukasi Batik dan LPK Pasperlu Arunika serta meluncurkan Batik karya Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu pada Jumat malam (22/12/23).
Kegiatan Launching Batik, Peresmian Pusat Edukasi Batik, dan LPK Pasperlu Arunika dimulai dengan pertunjukan tari khusus dari pegawai LPP Bengkulu, Tari Kontemporer Warga Binaan, Penampilan Violin, dan Fashion Show Batik. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, sangat mengapresiasi Kalapas Perempuan dan jajarannya atas terselenggaranya acara yang spektakuler ini. Gubernur menyatakan bahwa kegiatan ini melampaui ekspektasinya karena berhasil membuat orang terkesan dengan tampilan dan karya-karya yang dihasilkan oleh Warga Binaan.
"Ini kegiatan yang sangat produktif, ini sebenarnya diluar dugaan saya. Kita masuk lingkungan Lapas kesannya tadi kaku, tertutup. Kadang-kadang tindakan-tindakan kesannya kita akan membuat orang trauma, tetapi ternyata tidak. Suasanya terbuka, ada unsur elegannya, karyanya sudah mulai punya nilai ekonomi," ujar Rohidin Mersyah.
Gubernur Rohidin Mersyah mengakui bahwa kegiatan ini menunjukkan betapa produktifnya para Warga Binaan di Lapas Perempuan Bengkulu. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk jajaran pemerintahannya, untuk mendukung karya-karya yang dihasilkan oleh Warga Binaan LPP Bengkulu.
"Tampilan-tampilan estetika bagus, sehingga posisi binaan sudah mulai kelihatan bahwa mereka dibina menjadi orang yang lebih hebat, lebih trampil, lebih berdaya guna. Saya katakan dengan teman-teman semua ini bisa dilakukan ketika memang para pegawai Lembaga Pemasyarakatan, lembaga binaan ini memang orang yang punya tanggungjawab, ada keterampilan, ada skill, sehingga bisa menjadi tangan yang menarik mereka untuk bangkit," tegas Rohidin Mersyah.
Selain itu, Kakanwil yang diwakili oleh Kadiv PAS menyatakan bahwa kain batik yang diproduksi di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Produksi batik tersebut dibuat dengan standar yang baik dan mampu bersaing dengan batik yang diproduksi di luar lapas.
"Bahkan, batik Pas Perlu Art ini telah dipercaya untuk dipamerkan dalam agenda AALCO (Asian African Legal Consultative Organization) di Bali. Saat ini, Lapas Perempuan Bengkulu sedang dalam proses kerjasama dengan CV. Jaya Makmur Semarang untuk mengisi gallery di Bandara Internasional Ngurah Rai. Hal ini menunjukkan eksistensi dan kualitas produksi warga binaan yang dapat bersaing dengan produk kualitas internasional," ungkap Teguh Wibowo.
Teguh Wibowo juga memberikan apresiasi kepada jajaran LPP Bengkulu atas kinerjanya sehingga mampu mewujudkan Lapas Perempuan Bengkulu semakin PASTI. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra kerja, stakeholder, pemerintah terkait, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pembinaan kemandirian pada Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu dapat terlaksana dengan sangat baik guna membentuk pribadi Warga Binaan yang mandiri dan berkualitas.
Acara Launching Batik dan Peresmian Pusat Edukasi Batik serta LPK Pasperlu Arunika ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Andriensjah, PJ. Walikota Bengkulu, Forkopimda Provinsi dan Kota Bengkulu, BNN, serta mitra kerja.
Pewarta : Fatmala
Editor : Yusuf