Skip to main content

DLH Kota Bengkulu Usulkan Rp5 Miliar Anggaran Perluasan TPA Air Sebakul dan Program Pengolahan Sampah

Dokumentasi Anggota DPRD Kota Bengkulu meninjau lokasi TPA Air Sebakul Kota Bengkulu.
Dokumentasi Anggota DPRD Kota Bengkulu meninjau lokasi TPA Air Sebakul Kota Bengkulu.

Penarafflesia.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu mengajukan usulan anggaran sebesar Rp5 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. Anggaran ini akan digunakan untuk perluasan Tempat Pembuatan Akhir (TPA) Air Sebakul, yang saat ini telah melampaui kapasitasnya.

Selain itu, usulan anggaran ini juga bertujuan untuk mendukung investasi senilai Rp63 miliar dari program Waste Management Project (WWP) yang dikelola oleh organisasi non-pemerintah Swiss Green Projects (SGP). Investasi ini akan berfokus pada pengelolaan sampah di Kota Bengkulu.

Kepala DLH Kota Bengkulu, Riduan, Rabu (8/11/23), menjelaskan bahwa mereka mengusulkan anggaran tersebut untuk mendapatkan minimal empat hektare lahan yang akan digunakan untuk membangun fasilitas pengelolaan WWP. Pihaknya telah berkomunikasi dengan NGO SGP terkait minat Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Swiss.

Selain persyaratan lahan minimal empat hektare, proyek ini juga melibatkan pengadaan beberapa mesin pengelolaan sampah senilai sekitar Rp63 miliar. Mesin-mesin ini akan mengubah sampah menjadi bio solar, pertalite, dan listrik.

Riduan menambahkan bahwa saat ini Pemkot Bengkulu sedang dalam proses mengajukan penyediaan lahan untuk pabrik pengelolaan WWP pada APBD 2024, dan mereka berharap proposal ini akan disetujui.

Terkait kerja sama dalam program WWP, kerangka kerja telah dijelaskan, dan NGO SGP akan bermitra dengan Pemerintah Kota Bengkulu sebagai penyedia lahan, serta melibatkan para pemulung dari TPA Air Sebakul sebagai pekerja.

Program ini dirancang untuk mengatasi masalah kapasitas TPA Air Sebakul yang diperkirakan akan melebihi kapasitas dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, TPA tersebut menerima sekitar 400 ton sampah setiap hari, tetapi tidak memiliki fasilitas pengolahan yang memadai.

Dengan adopsi program ini, Pemkot Bengkulu berharap bahwa sampah tidak hanya akan ditimbun, melainkan diolah menjadi sumber daya berharga, termasuk minyak, listrik, dan berbagai produk dengan nilai ekonomi.

Pewarta : Agus

Editor: Fatmala

  • rica store

Berita Terkini