Skip to main content

Demi Gas 3 Kg, Warga BS Rela Menempuh Perjalanan Puluhan Km

Bengkulu Selatan - Kelangkaan bahan bakar Gas Elpiji 3 kg sangat dikeluhkan masyarakat. Pasalnya dalam sekejap stok gas di pangkalan habis diserbu warga.

Dari pantauan awak media penarafflesia.com, salah satu pangkalan gas di kota Manna dalam hitungan menit sudah habis, masyarakat yang datang dari beberapa kecamatan, Senin (12/10).

Pemilik pangkalan mencatat daftar Nama warga yang datang dan Antri sesuai dengan nomor pendaftaran.

Dengan kelangkaan gas ini membuat perekonomian juga turun, penghasilan masyarakat kecil yang harus berhubungan dengan bahan bakar gas setiap harinya berdampak besar.

Hal ini dialami Warga Sekunyit inisial As (45) yang tidak mau namanya disebutkan. Sebagai seorang tukang gorengan, dia kebingungan untuk melanjutkan usaha jika gas langka.

"Usaha saya terpaksa ditutup dulu sebelum mendapatkan gas ini, sekarang Jadi susah sementara penghasilan saya hanya disitu untuk mencukupi kebutuhan" ungkapnya, Senen (12/10).

Selain itu Seorang Warga Desa Talang Padang Kecamatan Pino Raya inisial (Ya) harus rela mengantri untuk mendapatkan gas 3kg.

"Saya datang dari Desa Talang Padang Kecamatan Pino Raya karena di Pino Raya gas tidak ada di pangkalan atau di warung-warung akhirnya sampai di sini" jelasnya.

Seorang ibu yang berasal dari Jeranglah berinisial (W) juga dengan nada serupa sangat mengeluh dengan kelangkaan gas ini.

"Kami jauh-jauh kesini hanya untuk mendapatkan gas 3kg ini, karena di tempat kami lagi kosong" keluhnya.

Juga disampaikan pemilik pangkalan Gas Elpiji inisial (Ta). "Alokasi gas ini hanya sedikit dan tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen, hari ini kita hanya mendapatkan 70 tabung gas, Kami mencatat daftar Nama supaya yang sudah dahuluan datang kebagian" jelasnya.

Setiap warga yang datang hanya mendapatkan 1 tabung gas 3kg dengan harga Rp. 22.000 (dua puluh dua ribu rupiah). (Mn)

  • rica store

Berita Terkini