Berita Terkini
Penarafflesia.com - Ketua DPD Perbanusa Bengkulu Imam Sapardi mengatakan masyarakat Bengkulu khususnya Kota Bengkulu bingung dalam program yang dijalankan pemerintah dalam mengurangi darurat sampah, salah satunya hilangnya beberapa kontainer di titik titik strategi misalnya di Pasar Panorama, Pasar Pagar Dewa dan lain sebagianya dipindahkan ke dalam pasar.
Sementara warga Kota Bengkulu yang tidak mempunyai kotak sampah baik di tingkat RT atau kelurahan mulai mencari cara bagaimana sampah rumah tangga yang di hasilkan dapat di buang, akhinya ada beberapa oknum warga membuang sampah tidak pada tempatnya, misalnya di di pinggir jalan, selokan, bahkan di bakar sebagai solusi bagi mereka untuk membersihkan sampah.
Menurutnya cara pikir warga masih belum sampai dalam pemilihan dan pemilahan jenis sampah, baik organik dan an-organik, padahal dari ke-dua jenis sampah ini dapat di manfaatkan misalnya sampah plastik, kertas, kardus atau besi lainnya bisa di jual ke Bank sampah, sementara sampah organik seperti sisa makanan rumah tangga dapat di kumpulkan untuk di jadikan kompos yang kedepanya diperlukan sebagai pupuk tanaman.
Jelasnya setiap orang atau kelompok dapat membuat Bank sampah sendiri, hanya dengan bermodalkan timbangan dan lokasi di depan teras rumah sudah dapat mendirikan bank sampah// adapun tujuanya sebagai tempat penampungan sampah-sampah yang di jual masyarakat.
Dalam hal ini sampahnya sudah di pilah, misalnya sampah pelastik dengan plastik, sampah kertas di satukan dengan kertas, nantinya sampah tersebut akan di timbang dan uangnya di simpan di dalam buku khas, sewaktu-waktu jika uangnya di perlukan untuk biaya anak sekolah atau biaya lainnya dapat di cairkan-
“Harusnya warga bisa memilih dan memilah jenis sampah, setelah terkumpul sesuai jenisnya, nanti dapat di jual ke bank sampah” kata dia.
Imam sapardi mengajak semua pihak untuk bisa mengembangkan bank sampai di tiap kelurahan, agar sampah yang ada tidak lagi hanya di buang di tempat pembuangan akhir- TPA air sebakul, akan tetapi merubah dari sampah menjadi hal bernilai eknomis serta bermanfaat, sehingga dalam pengatasi darurat sampah benar-benar terealisasi