Program DAK Fisik SMAN 3 MM Diduga Pelaksanaannya Tidak Sesuai RAB

Penarafflesia, Mukomuko - Pelaksanaan kegiatan program pemerintah untuk rehabilitasi bangunan Sekolah yang kondisinya rusak hingga menjadi bangunan baru, serta pembangunan dan penambahan Ruang baru.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2022 yang dimaksud Dana Alokasi khusus adalah dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Dari pantauan awak media beberapa hari lalu pada pelaksanaan pekerjaan program DAK Fisik Pendidikan 2022 berupa Rehabilitasi Sedang/Berat, Ruang Laboratorium, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Guru, Rehab Musholla dan lainnya diduga menyimpang dari gambar sebagaimana tertera di Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sabtu (17/9/22).

Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negri SMAN 3 Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu mendapatkan anggaran bantuan Pemerintah Senilai, hampir Rp 1 Miliar. Item pekerjaan Rehabilitas Ruang Kelas dengan tingkat Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya Nilai Kegiatan Rp. 267.158.000, Rehabilitas Ruang Ibadah dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Nilai Rp. 21.458.000, Rehabilitas Ruang Perpustakaan dengan tingkat Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya Nilai Rp 172.644.000, Pembangunan Ruang Laboratorium Komputer Beserta Perabotnya Nilai Rp 267.159.000, dan Pembangunan Ruang Laboratorium Biologi Beserta Perabotnya dengan Nilai Rp 423.419.000 bersumber (DAK) Tahun 2022 sebagai peruntukan rehabilitasi sebanyak 5 Ruang kelas sarana ruang belajar guna menjadikan kenyamanan bagi sekolah.

Namun disayangkan pada pelaksanaannya terkesan pihak sekolah sebagai panitia pelaksana diduga menjadikan ajang kesempatan, yakni tidak mengikuti acuan yang tertuang pada gambar dan Rencana Anggaran Belanja (RAB), sementara itu sudah menjadi aturan mutlak serta merupakan hasil kesepakatan yang ditandatangani juga di setujui oleh semua pihak, guna menjaga kualitas bangunan bisa kokoh dan bertahan lama.

Pasalnya, kenyataan di lapangan pada pekerjaan bagian awal, seperti Pondasi yang kurangnya pasir uruk, dan coran tiang memakai besi yang tidak standar. Hal tersebut tentu hasil akan mengurangi perhitungan seorang ahli dalam perencanaan menyesuaikan keseimbangan  beban. Maka di gambar acuan pelaksanaan dinyatakan harus menggunakan standar spesifikasi. Belum lagi untuk menahan tembok, rangka atap, dan pelafon.

Ditempat terpisah, dalam menanggapi persoalan tersebut salah seorang masyarakat sebagai pemerhati kegiatan pemerintah Margono kepada awak media Penarafflesia di lapangan, mengenai pada pekerjaan jelas itu menyalahi aturan, pasalnya jika merubah tanpa ada dasar perhitungan secara teknis yang matang maka bisa mengancam terhadap kekuatan bangunan sehingga berdampak berkurangnya kualitas, sementara gambar dan RAB untuk apa kalau tidak di ikuti, karena itu merupakan panduan untuk di laksanakan sebagai mana mestinya, yang telah di buat oleh seorang ahli teknis.

“Hal itu tentunya sudah dihitung berdasarkan ilmu teknis yang sebenar-benarnya demi menjaga kualitas bangunan supaya kokoh dan bertahan lama”,Papar margono

Dan Margono berharap kepada pihak yang berkopenten agar turun tangan guna memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan menindak tegas apabila hal itu benar terjadi adanya dugaan penyimpangan.

Saat awak media menkofermasi ketua Pelaksana Sekolah Dak Fisik SMAN 3 Mukomuko menyambut dengan baik kedatang rekan rekan Media, mengatakan,sangat berterima kasih kepada rekan rekan wartawan, untuk saling menjaga. Juga meminta untuk sama sama mengontrol atas jalan nya fisik DAK ini.

"Dan sangat berterimakasih kepada rekan-rekan yang ikut mengontrol pekerjaan Fisik DAK sekolah ini. Untuk saling menjaga serta memberi masukan, kalau dalam pekerjaan ada yang salah mohon ditegur biar cepat teratasi,"ungkapnya. (Dnex)

Berita Terkini