Berita Terkini
BENGKULU – Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Bengkulu, Elisa Ermasari, menyoroti ketidaksinkronan data kemiskinan yang berpotensi memengaruhi ketepatan sasaran bantuan sosial (bansos). Ia mengajak Ikatan Keluarga Seluma Manna Kaur (IKA Semaku) ikut berperan membantu menyuarakan kondisi riil masyarakat agar persoalan tersebut mendapat perhatian.
Menjadi perhatian Elisa Ermasari setelah sebelumnya menyuarakan keluhan masyarakat Bengkulu mengenai ketidakakuratan data desil dalam rapat kerja bersama Menteri Sosial dan Kepala BPS RI pada September 2026. Ia mendorong pelibatan pemerintah desa, kelurahan, hingga RT/RW serta percepatan pemutakhiran data agar lebih sesuai dengan kondisi warga.
Menurut Elisa Ermasari, keterlibatan masyarakat penting untuk membantu memastikan persoalan sosial ekonomi di lapangan tersampaikan kepada pihak terkait. Data yang akurat menjadi salah satu faktor penting agar program bantuan pemerintah dapat menyasar masyarakat sesuai kriteria yang berlaku.
Hal tersebut menjadi salah satu konteks audiensi Elisa dengan Ketua Umum DPP IKA Semaku, Syafriandi, bersama jajaran pengurus di Sekretariat DPD RI Provinsi Bengkulu, Jumat (16/10/2026). Dalam pertemuan itu, pengurus menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 pada November mendatang.
Elisa Ermasari mendukung keberadaan IKA Semaku sebagai wadah pemersatu masyarakat Seluma, Manna, dan Kaur. Ia berharap organisasi tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan mitra kolaborasi dalam mendukung pembangunan Bengkulu.
Melalui jaringan anggota dan kedekatannya dengan masyarakat, IKA Semaku berpotensi membantu menyampaikan persoalan terkait data sosial, mendorong warga memahami mekanisme pembaruan data melalui jalur resmi, serta memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan.
Elisa Ermasari berharap kepengurusan baru IKA Semaku dapat menghadirkan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Sinergi organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan lembaga perwakilan daerah diharapkan memperkuat penyampaian aspirasi sekaligus mendorong pembangunan Bengkulu yang lebih responsif terhadap kondisi nyata warga. ***