Berita Terkini
Penarafflesia.com - Ketua Komisi Penyiaran Publik Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu, Albertce Rolando Thomas, menekankan pentingnya peralihan dari penyiaran analog ke penyiaran digital yang telah direncanakan dan dijadwalkan selama bertahun-tahun. Upaya ini dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan memberikan tayangan televisi yang lebih baik, terjangkau, dan berkualitas.
Proses transisi menuju penyiaran digital di Bengkulu telah dimulai pada awal tahun 2023, dengan sejumlah stasiun televisi LPP dan swasta mengambil langkah-langkah inisiatif. Albertce menjelaskan bahwa sebanyak 17 stasiun televisi di Bengkulu telah berhasil melakukan transisi ini dari tahun 2022 hingga 2023. Meskipun begitu, KPID tetap mendukung perkembangan penyiaran radio di wilayah ini.
Namun, dalam proses ini, ada beberapa tantangan yang dihadapi. Beberapa radio mengalami kesulitan karena peralatan mereka rusak akibat bencana alam atau petir. Di tahun 2023, permasalahan penyiaran radio tidak hanya terkait dengan bencana alam, melainkan juga berkaitan dengan masalah ekonomi. Produksi konten radio memerlukan biaya yang signifikan, dan situasi ekonomi telah menyebabkan beberapa stasiun radio di Provinsi Bengkulu terpaksa menutup layanan mereka.
Albertce juga mencatat bahwa persaingan dalam industri penyiaran semakin kompetitif, terutama dengan munculnya media baru dan perubahan dalam alokasi iklan. Lembaga penyiaran perlu menjadi lebih kreatif dalam menghadapi persaingan ini.
Dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan industri penyiaran, Albertce berharap bahwa buku direktori lembaga penyiaran di Bengkulu yang disusun oleh KPU akan memberikan manfaat yang signifikan. Semoga ini akan membantu industri penyiaran di Bengkulu berkembang lebih baik di masa depan.
Ini adalah rangkuman dari informasi yang disampaikan oleh Ketua KPID Provinsi Bengkulu. Terima kasih atas pertanyaannya, dan semoga upaya ini akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri penyiaran di daerah ini. (YS)