Skip to main content

Protes Nilai TKA Berujung Ricuh, Wali Murid Pecahkan Meja Kaca di SMPN 1 Bengkulu

SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan
SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan

BENGKULU SELATAN – Suasana di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan mendadak tegang setelah seorang wali murid terlibat adu mulut dengan pihak sekolah.

Ketegangan yang dipicu oleh protes terkait nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) daring tersebut berujung pada perusakan fasilitas sekolah, di mana sebuah meja kaca pecah akibat ditendang oleh wali murid yang tersulut emosi.

Insiden bermula saat wali murid mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi atas nilai TKA anaknya yang dinilai tidak memuaskan.

Menurut pihak orang tua, anaknya dirugikan secara psikologis saat ujian berlangsung. Operator sekolah kabarnya mengumumkan bahwa sisa waktu pengerjaan tinggal 2 menit lagi, padahal di dalam sistem komputer sisa waktu riil siswa masih 20 menit.

Informasi keliru tersebut membuat siswa panik dan tergesa-gesa dalam mengisi jawaban.

Sebelum mendatangi sekolah, orang tua siswa mengaku telah berkomunikasi dengan pengawas ujian, yang sempat memberikan informasi bahwa siswa bersangkutan bisa mengikuti ujian TKA ulang atau susulan.

Namun, setibanya di sekolah, ruang operator justru menjadi tempat perdebatan sengit. Operator sekolah dilaporkan mencoba menjelaskan aturan kaku dan hasil dari sistem TKA.

Merasa penjelasannya buntu dan hak anaknya tidak mendapat solusi, wali murid tersebut emosi spontan hingga menendang ujung meja kaca di ruangan hingga pecah berantakan. Keributan tersebut baru mereda setelah kedua belah pihak dilerai dan dipisahkan dari ruang operator.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SMPN 1 Bengkulu Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden perusakan maupun kepastian nasib ujian ulang siswa yang bersangkutan.

Saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon maupun pesan singkat WhatsApp, Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan belum memberikan respons atau jawaban terkait ketegangan yang terjadi di lingkungan sekolahnya tersebut.

Bersama dengan itu, belum diketahui pasti apakah kasus perusakan fasilitas sekolah ini akan dibawa ke jalur hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan. (Beb)

  • rica store

Berita Terkini