Kepala BPKAD Yudi Susanda Ungkap Pasar Murah Efektif Cegah Inflasi
Penarafflesia.com - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu, Yudi Susanda, menyatakan bahwa program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terbukti efektif dalam mencegah kenaikan inflasi. Hal ini disampaikan menanggapi upaya Pemkot dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Pasar murah menjadi salah satu langkah strategis yang efektif untuk mencegah inflasi. Dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani oleh kenaikan harga,” ujar Yudi.
Program pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar secara rutin di berbagai kelurahan di Kota Bengkulu. Melalui kolaborasi dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, serta distributor setempat, Pemkot berhasil menyeimbangkan harga pasar dan menjaga ketersediaan stok bahan pokok.
Yudi menambahkan, keberhasilan program ini juga didukung oleh kesadaran masyarakat dalam berbelanja sesuai kebutuhan. “Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut mendukung program ini. Dengan berbelanja secara bijak, kita bersama-sama menjaga stabilitas harga dan daya beli,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Bengkulu pada Agustus 2024 tercatat stabil di angka 2,31 persen. Meskipun terjadi sedikit kenaikan dibanding bulan sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan kondisi yang terkendali.
Yudi berharap, upaya Pemkot melalui program pasar murah dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. “Kami optimis dengan langkah-langkah yang telah diambil, inflasi di Kota Bengkulu dapat terus dikendalikan, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tutup Yudi.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan aktif masyarakat, program pasar murah diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas ekonomi di Kota Bengkulu.
