Skip to main content

Proyek Raksasa 156 M Dimulai, Helmi Hasan Gaspol Benahi Danau Dendam Tak Sudah

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan

Bengkulu – Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana dan perencanaan, penataan kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah akhirnya resmi memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Pekerjaan Umum mulai menggarap kawasan yang diproyeksikan menjadi ikon pariwisata baru Bumi Merah Putih.

Langkah awal proyek ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan penataan kawasan pada Kamis (11/6). Momen tersebut menjadi penanda dimulainya transformasi salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa pembangunan Danau Dendam Tak Sudah bukan sekadar proyek fisik semata. Menurutnya, kawasan ini akan menjadi wajah baru pariwisata Bengkulu yang lebih modern, tertata, dan mampu bersaing dengan destinasi unggulan di daerah lain.

“Melalui penataan ini, kita ingin menghadirkan destinasi yang modern, tertata rapi, memiliki daya saing kuat, sekaligus menjadi ikon baru penopang industri pariwisata Provinsi Bengkulu,” ujar Helmi Hasan.

Transformasi kawasan ini tidak dilakukan secara instan. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah memulai proses pembangunan sejak 2022 dengan fokus menyelesaikan persoalan lahan dan tata ruang. Saat itu, dilakukan pembebasan lahan seluas 48.703 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp28 miliar.

Pada 2023, pembangunan berlanjut dengan pembangunan jalan layang (elevated road) yang kini telah berfungsi dan menjadi akses utama kawasan. Proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp89 miliar, ditambah pematangan lahan senilai Rp2 miliar.

Jika ditotal, dana yang telah dikucurkan untuk mendukung pembangunan dasar kawasan mencapai sekitar Rp119 miliar.

Kini, setelah persoalan akses dan lahan dinyatakan siap, pemerintah memasuki tahap yang paling dinantikan, yakni penataan kawasan wisata. Proyek terbaru ini dikontrak dengan nilai Rp37,12 miliar dan akan menghadirkan berbagai fasilitas penunjang wisata yang lebih representatif, nyaman, dan ramah lingkungan.

Konsep yang dipersiapkan mencakup area publik terbuka, ruang pertunjukan, kawasan kuliner, fasilitas rekreasi, hingga ruang interaksi masyarakat yang menyatu dengan panorama alam Danau Dendam Tak Sudah.

Helmi Hasan optimistis proyek ini akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

“Ini bukan hanya tentang membangun kawasan wisata, tetapi bagaimana menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Bengkulu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Kawasan, dan Prasarana Bengkulu, Fery Erawan, menyebut proyek ini sebagai bentuk nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan ruang publik yang berkualitas.

Menurutnya, penataan Danau Dendam Tak Sudah merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari sosial, ekonomi, hingga lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas PUPR secara resmi menyerahkan lahan seluas sekitar 19.000 meter persegi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Bengkulu sebagai lokasi pekerjaan.

Dengan dimulainya tahapan penataan ini, harapan besar kini tertuju pada Danau Dendam Tak Sudah.

Kawasan yang selama ini dikenal karena keindahan alamnya itu bersiap memasuki wajah baru sebagai destinasi modern yang diharapkan mampu menjadi magnet wisata sekaligus kebanggaan masyarakat Bengkulu. (*)

  • rica store

Berita Terkini