Berita Terkini
Penarafflesia.com - Beberapa investor kripto mengaku rugi puluhan juta rupiah usai melakukan trading di platform Indodax. Pasalnya, salah satu aset yang digunakan sebagai instrumen trading mengalami crash atau penurunan signifikan usai naik hingga ribuan persen dalam waktu singkat.
Adalah aset kripto API3 (API3) coin yang listing di Indodax pada 30 Agustus akhirnya memakan korban pada Sabtu (2/9/23).
Berselang dua hari saja setelah aset bisa diperdagangkan, API3 naik hingga lebih 1.000% dari harga Rp18.498 per satu koin API3 menjadi Rp220.000/API3 dengan durasi hanya beberapa jam saja.
Kenaikan tersebut memicu kecurigaan investor di mana pada perdagangan pasar Coinmarketcap, API3 direntang harga Rp18.890/API3 sampai Rp20.370/API3 dengan kenaikan 12 persen saja.
Namun pihak Indodax mengklaim tengah melakukan maintenance terhadap aset tersebut sebelum akhirnya API3 dari seharga Rp140.000/API3 kembali ke Rp20.000/API3 dan saat ini seharga Rp18.852/API3.
Banyak member yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Salah satunya adalah akun @Mohammad Toha, yang mengaku membeli seharga Rp140.000/API3 dengan modal Rp40.000.000 saat ini menyisakan aset senilai Rp4.000.000-an/API3.
Demikian dengan akun @yudi yang mengalami kerugian dari modal Rp4.200.000/API3 saat ini harus menerima asetnya fluktuatif ke Rp480.000/API3.
"Parah banget, beli di Rp140.000, skrng jadi Rp19.000/API3," tulis akun @Mohammad Toha. Belum lagi akun lain yang sama.
Kasus ini tidak sekali dua kali. Indodak sering melakukan maintenance aset yang menjadikannya naik tinggi hingga ribuan persen dalam kondisi pasar normal.
Indodax juga tidak menjamin risiko member/investor sehingga banyak yang masih nekat bertransaksi masuk ke dalam aset yang tengah dimaintenance dengan hanya memberikan peringatan bahwa
"Perdagangan coin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual coin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan coin merupakan keputusan independen oleh pengguna."
Tidak ada upaya Indodax melakukan penutupan terhadap aset yang tengah dimaintenance sehingga masih terdapat celah bagi investor pemula yang tidak mengetahui risiko masuk ke dalam perdagangan. Alih-alih mengambil untung, investor justru harus mengalami kerugian besar-besaran.
Kasus ini terus terjadi terhadap sejumlah aset dengan pergerakan pasar fluktuatif hanya di Indodax. Kasus yang sama sebelumnya pernah terjadi pada aset pGala yang berada pada jaringan BEP-20 (BSC). Aset token game ini tiba-tiba naik sebesar lebih dari 280 persen dalam 24 jam terakhir dan terus turun hingga lebih dari 100 persen pada satuan harga Rp153/Gala.
Banyak pengguna Indodax yang seringkali merasa terganggu dengan proses pemeliharaan atau maintenance Indodax yang menghambat mereka dalam bertransaksi aset kripto.
Proses pemeliharaan ini pun sering terjadi saat harga kripto naik dan transaksi sedang tinggi, yang berakibat Indodax seringkali tidak bisa diakses. Namun tidak bisa diaksesnya aset saat maintenance justru menutup peluang untuk rugi. Berbeda halnya jika aset dengan pergerakan harga pasar yang mencurigakan dimaintenance tapi justru bisa diakses dan tiba-tiba dijatuhkan dengan harga yang tidak wajar.
Atas kasus ini, investor selaku member Indodax menjadi hilang kepercayaan dan berharap agar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan dapat mengusut kasus yang terjadi.
"Jika sekali dua kali, okelah, ini hampir setiap pekan ada saja aset yang naik puluhan persen tiba-tiba anjlok. Apalagi kasus aset ALIF yang semula seharga Rp2.000.000/ALIF, saat ini jadi Rp48.000/ALIF," ketus akun lain @kevin.vin.