Berita Terkini
PENA RAFFLESIA - Seorang anak yang terkena wabah demam berdarah (DBD), Restu Anak laki-laku umur 11 tahun kelas lima (5) SD, Desa Suka Maju RT I di Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko.
Dari puskesmas Penarik hingga dirujuk Ke RSUD Mukomuko, hingga meninggal dunia dijalan saat dirujuk ke Padang Sumatra Barat. Kurangnya alat di Puskemas dan RSUD Mukomuko hingga tidak bisa untuk mengatasi pasien.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun" telah meninggal dunia anak dari bapak NK (37) ibu WT (35) alamat Desa Suka Maju Kecamatan Penarik,"kata tetangga BT.
Lanjutnya, anak yang meninggal karena DBD tersebut bernama Restu warga Desa Suka Maju. Anak tersebut meninggal dunia setelah dijalan saat dirujuk ke Padang Sumatra Barat, Kamis (24/2).
BT Tentangga mengatakan, siswa kelas Lima SD tersebut sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas Kecamatan Penarik ternyata tidak sanggup, langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko. Namun pihak RSUD juga tidak sanggup, karena anak kelas Lima SD ini sudah mengeluarkan darah sedikit dari hidung. Lalu anak ini dianjurkan untuk dirujuk ke Padang Sumatra Barat. Sekira di seperempat jalan anak kelas Lima SD ini sudah meninggal Dunia.
"Kalau anak kelas Lima SD ini beberapa hari terakhir ini di lihat sehat-sehat saja, karena di lihat ya masih ikut bermain dengan kawan-kawan nya," Kata Bt tetangga korban.
Saat awak media Konfirmasi Kru IGD RSUD Mukomuko mengatakan, benar adanya pasien yang masuk IGD atas nama Restu, dengan kondisi Thronbosit sangat Rendah dan di tangani ol eh h Dr IGD. Hingga alat dari RSUD kurang, lalu di Rujukan ke Padang Sumatra Barat.
Saat awak media mau konfermasi sama Dr IGD RSUD belum bisa dikonfirmasi, hingga berita ini diterbitkan. (Dnex)