Wabah PMK Merebak Jelang Idul Adha, Polres MM Penjagaan Ketat Pintu Masuk Dan Pintu Alternatif

Apriadi SH Kang OPS Polres Mukomuko

Penarafflesia, Mukomuko – Polres Mukomuko  Penyakit terus memperhatikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak pada akhir-akhir ini.

Terlebih, kasus tersebut terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 yang identik dengan ibadah penyembelihan hewan kurban.

Karena Jalur keluar masuk ternak di wilayah Kabupaten  Mukomuko harus betul - betul higenis sehingga hewan ternak yang masuk  bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam menyukseskan kegiatan penanganan PMK ini tentu perlunya petugas yang bertugas pos Chek Poin, dan Polres Mukomuko siap mendukung kegiatan ini.

Komposisi personil yang bertugas di lapangan harus tentukan berapa jumlah Personil dan lokasi cek point.

Pencegahan PMK harus koordinasi dengan Pemerintah Sumbar dan Jambi guna mendukung kegiatan penangananan PMK.


Menyikapi fenomena tersebut, Polres Mukomuko AKBP Witiardi, S.I.K,M.H melalui Kabag OPS Apriadi SH memastikan, penjagaan ketat ini dilakukan pasokan hewan kurban di kabupaten Mukomuko akan tetap aman dan dalam keadaan sehat.

melalui unit pemasok hewan kurban, yakni Polres Mukomuko, telah melakukan beberapa upaya mitigasi untuk membatasi penularan wabah PMK sebelum pelaksanaan Tebar Hewan Kurban (THK). Dari setiap penjagaan pintuk masuk setiap hari pengaman dari Polres MM ditugaskan 3 anggota, satu dipos jga Induk, satu di jalan artenatif satu, satu lagi dijalan artenatif dua alias jalan Tikus, Karena diperbatasan ada dua jalan Alternatif.

Salah satu yang dilakukan adalah membatasi akses keluar masuk kawasan perbatasan di kecamatan Lubuk Pinang,jalur satu Sp 8 tembus Silaut, jalur dua tembus  Sp 8 sungai srik perbatasan Sumatra Barat  yang dilakukan sejak  (30/5/2022).

“Usai mendapatkan informasi mengenai merebaknya wabah PMK, Polres Mukomuko bekerjasama dengan dinas DPKP Kabupaten Mukomuko memutuskan melakukan siaga di pintu perbatasan,” ujarnya saat berbincang sama awak media diruang kantor Apriadi 

Apriadi mengatakan, pihaknya akan memperketat masuknya hewan kurban baru, baik sapi maupun domba atau kambing. Hewan yang masuk akan di cek kesehatan dan surat surat, bahwa ternak yang dibawa benar benar bebas dari PMK.

Selanjutnya, seluruh hewan yang masuk akan dicek serta diperiksa berkala oleh dokter hewan dari dinas pertanian kabupaten Mukomuko 

"Setelah dipastikan sehat, hewan tersebut baru diperbolehkan bergabung dengan hewan-hewan lainnya dan siap untuk dijadikan hewan kurban." Tutup Apriadi

Pewarta: Dnex

Editor: Swandi

Berita Terkini