Berita Terkini
Pena Rafflesia, Mukomuko– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko memiliki fasilitas videotron di satu titik. Namun, saat ini mengalami kerusakan. Meskipun sempat berfungsi, tapi kondisi videotron terkesan mangkrak karena tak berfungsi.
Fasilitas umum itu bisa dimaksimalkan sebagai sarana informasi bagi masyarakat. Seperti Videotron di depan Kanto Bupati itu dikelola oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko.
Untuk pengadaan videotron tersebut, tentu pemerintah daerah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit. Dengan kondisi videotron rusak, dipertanyakan warga. Seperti yang diutarakan salah seorang warga, Dedi Irawan, yang sebagai tokoh Pemuda Kota Mukomuko.
Hal yang disayangkan, videotron terkesan hanya menjadi pajangan. “Saya tidak mengetahui, apa fungsinya. Tetapi memang sempat nyala dengan tampilan seperti promosi produk daerah,” ucapnya, (3/11/2021).
Menurutnya, jika merupakan pengadaan pemerintah daerah dengan alokasi anggaran yang cukup besar. Tapi tidak berfungsi maksimal, sangat disayangkan.
“Iya kalau pemerintah daerah yang pengadaan, kenapa tidak dilakukan perawatan. Anggaran yang digelontorkan pun terkesan mubazir. Mending digunakan untuk pengerjaan jalan yang bersentuhan langsung dengan warga,” harapnya.
Pantauan awak media, sebelumnya videotron tersebut sempat beroperasi meski tidak berlangsung lama. Untuk tampilan dari videotron, mencakup aktivitas dan kegiatan Pemkab Mukomuko. Termasuk memamerkan produk lokal yang berkualitas.
Berkaitan persoalan tersebut, Ketua LIRA Mukomuko mengatakan, seharusnya perawatan vidiotron tersebut masih tanggung jawab relasi rekanan. Pengadaan vidiotron tersebut pada tahun 2019, untuk dinas terkait harus bertanggung jawab atas kerusakan vidiotron tersebut, karna setahunya uang pemeliharaan tersebut itu pasti ada. Karna vidiotron tersebut belum satu tahun udah rusak.
“Sejak awal dibangun saya sempat lihat videotron itu nyala. Saat itu yang ditampilkan daftar publikasi kegiatan pembangunan daerah. Namun hampir satu tahun ini tidak pernah nyala lagi, malah terkesan dibiarkan mangkrak, dan anggaran pemeliharaan nya kemana." singkat Ketua LSM LIRA MM. (Dnex)