Skip to main content

Penyaluran KUR di Bengkulu November Mencapai Rp2.6 Triliun

Kredit usaha rakyat.
Kredit usaha rakyat.

Penarafflesia.com - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Bayu Andy Prasetya, menyampaikan bahwa total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu hingga 30 November 2023 mencapai Rp2.6 triliun, mengalami penurunan sebesar -34,25% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai lebih dari Rp4 triliun.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan yang diakses oleh 40.440 debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) paling banyak dimanfaatkan oleh 22.628 pelaku pertanian, perburuan, dan kehutanan, dengan nilai sebesar Rp1.5 triliun. Sementara sektor perdagangan besar dan pelaku eceran yang diakses oleh 12.151 debitur mencapai Rp793 miliar.

Pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya, terdapat 2.775 debitur dengan nilai pembiayaan sebesar Rp142,5 miliar. Di sektor industri pengolahan, terdapat 1.781 debitur dengan nilai Rp95.8 miliar.

Secara rinci, Kabupaten Mukomuko menjadi wilayah yang paling banyak menyerap KUR dengan nilai sebesar Rp508,6 miliar, diikuti oleh Bengkulu Utara Rp475,6 miliar, dan Kota Bengkulu Rp472,5 miliar. Sementara itu, Kabupaten Kepahiang merupakan wilayah yang memanfaatkan KUR paling sedikit, dengan nilai Rp81,2 miliar.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pelaku UMKM lulusan SMU mencapai 17.955 debitur dengan nilai KUR lebih dari Rp1 triliun, disusul oleh lulusan SD sebanyak 15.941 debitur dengan nilai KUR mencapai Rp927,7 miliar.

Dalam hal penyaluran, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank yang paling banyak menyalurkan pembiayaan ini, dengan melibatkan 32.411 debitur dan nilai salur sebesar Rp1,689 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh jangkauan cabang/cabang pembantu/unit BRI yang sangat luas, serta fokusnya pada penyaluran KUR Mikro dan Supermikro yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

Pewarta : Fatmala

Editor : Yusuf 

  • rica store

Berita Terkini