Skip to main content

Menteri Kebudayaan Bersama Bupati Bengkulu Tengah Resmikan Pemugaran Masjid Padang Betuah

Peresmian pemugaran Masjid Padang Betuah Bengkulu Tengah, Kamis siang (26/2).
Peresmian pemugaran Masjid Padang Betuah Bengkulu Tengah, Kamis siang (26/2).

BENGKULU - Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam menjaga dan merawat warisan budaya daerah saat menghadiri Peresmian pemugaran Masjid Padang Betuah, Kamis siang (26/2).

Peresmian pemugaran masjid bersejarah tersebut dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sebagai bagian dari upaya pelindungan dan pelestarian cagar budaya nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Rachmat Riyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII atas perhatian serius terhadap pelestarian cagar budaya di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII atas pemugaran Masjid Padang Betuah. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu Tengah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya daerah,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, Masjid Padang Betuah yang berdiri sejak abad ke-19 merupakan simbol penting perjalanan sejarah, religi, dan peradaban Islam di Bengkulu Tengah. Keberadaannya dinilai memiliki nilai strategis sebagai sumber edukasi dan identitas budaya masyarakat.

Lebih lanjut, Rachmat Riyanto mengungkapkan bahwa Bengkulu Tengah masih memiliki sejumlah objek bersejarah lain yang berpotensi ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Selain Masjid Padang Betuah, kami memiliki Masjid Al-Ikhlas dan Bunker Goa Sako di Kecamatan Taba Penanjung yang telah terdaftar. Kami juga berharap Makam Balai Buntar dapat ditetapkan sebagai cagar budaya. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 16 objek yang diduga sebagai cagar budaya dan akan segera kami proses,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat agar pelestarian cagar budaya tidak hanya menjaga nilai sejarah dan religi, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata budaya dan edukasi sejarah.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menghargai jejak peradaban para pendahulu sebagai bagian dari upaya literasi dan refleksi sejarah bangsa.

“Cerita atau sejarah adalah bagian yang sangat penting, karena dari situlah kita dapat melakukan refleksi, literasi, dan edukasi,” tuturnya.

Pemugaran Masjid Padang Betuah diharapkan menjadi langkah awal penguatan peran Bengkulu Tengah sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah dan perkembangan peradaban Islam di Pulau Sumatera.

  • rica store

Berita Terkini