Berita Terkini
Bengkulu Selatan, PR - Berbagai upaya dan strategi akan terus ditingkatkan dari berbagai sektor, hal itu membuktikan pemerintah daerah Bengkulu Selatan terus berupaya memerangi penurunan angka stunting di Bengkulu Selatan. Tidak hanya itu, pada tahun 2025 ini pemerintah Bengkulu Selatan akan lebih memfokuskan perhatian terhadap stunting, bahkan pemerintah daerah terus melakukan audit kinerja penurunan angka stunting setiap tahunnya.
"Pastinya untuk memerangi penurunan angka stunting kita semua harus bekerjasama dengan gigih, untuk itu saya minta ditahun 2025 semua fokus terhadap penurunan angka stunting," kata Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin kepada awak media, Rabu (21/05/2025).
Untuk mencapai penurunan angka stunting tersebut, berbagai program telah dijalankan secara terintegrasi melalui sinergi lintas sektor, dengan mengacu pada strategi nasional percepatan penurunan stunting.
Sementara itu salah satu langkah strategis adalah penetapan 10 wilayah lokus prioritas penanganan stunting tahun 2025. Lokasi ini terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan yang tersebar di 5 kecamatan, yakni Seginim, Air Nipis, Pino Raya, Ulu Manna, dan Kota Manna. Wilayah tersebut ditetapkan berdasarkan data kasus stunting aktif dan kerentanan gizi masyarakat.
"Kita harus memastikan semua intervensi dilakukan tepat sasaran. Mulai dari pendampingan keluarga, perbaikan sanitasi, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita," ujarnya.
Disamping itu pula, pemerintah daerah juga aktif melaksanakan publikasi data stunting dan audit kasus spesifik, untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan berbasis data. Audit ini turut melibatkan lintas profesi, seperti tenaga medis, petugas gizi, perwakilan OPD, dan tokoh masyarakat.
Program Posyandu Terintegrasi juga digalakkan, salah satunya di Desa Tumbuk Tebing, yang secara rutin menyelenggarakan penimbangan balita, penyuluhan gizi, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata intervensi langsung di tingkat desa.
"Kami ingin Bengkulu Selatan menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan stunting. Untuk itu, semua pihak harus bersinergi, dari tingkat kabupaten hingga desa,” tegasnya. (ADV)