Berita Terkini
Penarafflesia.com - Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bengkulu Dedy Wahyudi melantik Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya atau Saka (MABI-PINSAKA) Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kota Bengkulu Masa Bakti 2023-2025, Selasa (20/6/23) di salah satu hotel di Kota Bengkulu.
Dalam pelantikan, Kepala Badan POM Yogi Abaso Mataram dipilih menjadi Ketua MABI SAKA POM, dengan Wakil Ketua Sri Yuniati, Sekretaris Khanti Lestari, Bendahara Thalia Nauli. Kemudian PINSAKA POM Ketua Yunika Sary, dan Sekretaris Mulyadi.
Prosesi pelantikan melalui pembacaan naskah pelantikan MABI SAKA dan PIN SAKA dan dilanjutkan dengan pengucapan Tri Satya yang diikuti oleh seluruh peserta pelantikan. Selanjutnya prosesi ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh Ketua MABI SAKA, Ketua PIN SAKA, dan Ketua Kwarcab Kota Bengkulu.
Setelah prosesi pelantikan berakhir, segenap anggota pramuka yang telah dilantik mengikuti pembinaan melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Penyebaran Informasi Obat dan Makanan kepada para penegak dan pandega Pramuka.
Yogi mengungkap dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, Badan POM tidak bisa bekerja sendiri. Sesuai dengan budaya organisasi dengan orientasi ASN Berakhlak dan peran Badan POM salah satu di antaranya adalah pemberdayaan masyarakat. Sehingga adanya SAKA POM, berfungsi menjadi wadah pengawasan efektif obat dan makanan di lingkup Pramuka.
Masyarakat adalah merupakan salah satu pilar dalam pengawasan obat dan makanan, sehingga bersama dengan Pramuka sebagai bagian dari masyarakat, pengawasan dapat dilakukan seperti pencegahan penggunaan obat dan makanan illegal.
Dengan adanya perpanjangan tangan SAKA POM, diharap edukasi pengawasan obat dan makanan yang layak dikonsumsi dan digunakan masyarakat meningkat dan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan bahan pengawet seperti borak, formalin dan mercuri dapat dicegah.
"Keberadaan SAKA POM sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan serta pengetahuan masyarakat dalam memilih produk obat dan makanan yang akan dikonsumsi. Mereka bisa menjadi perpanjangan tangan Pemerintah untuk mengawasi obat dan makanan di kota ini," kata dia.
Sementara itu Dedy mengatakan bahwa gerakan Pramuka memiliki tujuan yang mulia. Hal ini harus dikelola dengan profesional dan melibatkan semua pihak untuk mengawal generasi muda, calon pemimpin bangsa Indonesia di masa yang akan mendatang.
Pembentukan SAKA POM ini merupakan sebagai wadah bagi anggota Pramuka agar aktif, produktif, dan bermanfaat, menanamkan rasa cinta tanah air, dan menumbuhkan sikap sehat baik dan benar dalam pengawasan peredaran obat dan makanan.
"Semoga keberadaan SAKA POM ini, dapat menjadi salah satu wadah kegiatan untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif dalam bidang pengawasan obat dan makanan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga dan lingkungannya,” kata Dedy.