Skip to main content

Januari-Agustus, Pemkot Bengkulu Amankan Ratusan Gepeng hingga ODGJ

Kadinsos Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang
Kadinsos Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang

Penarafflesia.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu melalui operasi penertiban telah mengamankan 200-an tuna wisma yang terdiri dari gelandangan dan pengemis (Gepeng), manusia silver, anak punk, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sepanjang Januari - Agustus 2023.

"Dari operasi penertiban yang kami lakukan dari Januari hingga Agustus ada sebanyak 200 gepeng hingga ODGJ," kata Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, Kamis (6/7/9/23).

Upaya penertiban dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mengingat tak sedikit yang melaporkan terdapat aksi pencurian hingga mengganggu ketertiban umum.

"Terus kami peringatkan ke berbagai sudut kota. Penertiban juga kami lakukan secara humanis mengikuti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2017 tentang penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis," ujarnya.

Pada penanganannya, Dinsos melakukan pembinaan kepada gepeng dan anak punk yang tertangkap melalui rumah singgah. Sementara yang berasal dari luar daerah akan dikembalikan ke daerah asal.

Dinsos mencatat tak sedikit mereka yang diamankan berasal dari luar daerah seperti dari Provinsi Jambi, Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi Lampung. 

"Beberapa yang kami tertibkan kami lakukan pembinaan melalui rumah singgah. Sementara yang dari luar daerah kami kembalikan ke tempat asal," terangnya.

Para gelandangan dan pengemis juga dilakukan pendataan untuk mengetahui latar belakang dan terkait dengan pemberian pelatihan serta pembinaan untuk membuka usaha atau bekerja. 

Bahkan Kepala Dinsos Kota Bengkulu menyarankan para gelandangan dan pengemis mendaftarkan diri agar masuk ke dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) guna mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pendaftaran tersebut dilakukan melalui sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG).

"Kami menyarankan agar mereka masuk dalam DTKS agar ke depannya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," demikian Sahat.

  • rica store

Berita Terkini