Berita Terkini
Penarafflesia, Mukomuko - Tagana Masuk Sekolah merupakan sinergi Kementerian Sosial dan Kementrian Pendidikan serta Implentasi surat edaran bersama Menteri Pendidikan Nomor 4 tahun 2019 dan Menteri Sosial RI No 1 tahun 2019 tentang mitigasi kebencanaan pada satuan pendidikan melalu program Tagana Masuk Sekolah (TMS). tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi siswa sehingga memiliki kecakapan dan kemampuan dalam menghadapi bencana.
Tagana Masuk Sekolah akan dilaksanakan dari tanggal 9 s.d 10 September 2022 yang tersebar di Dua Puluh (20) sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. ( 7/9/2022)
Hal ini dibenarkan Sekretaris Tagana Kabupaten Mukomuko Dodi Syahtra Dinata yang sering disapa Ujang Sotot mengatakan, Dalam kegiatan itu, Tagana memberikan materi terkait pencegahan bencana seperti, banjir, tanah longsor, gempa, tsunami dan bencana-bencana yang lainnya. Serta langkah apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Mengingat bencana, adalah hal yang mengancam kehidupan dan penghidupan. Kegiatan Tagana masuk sekolah nanti tidak sebatas Materi saja tapi dipadukan dengan Praktek langsung.
"Kegiatan Tagana masuk sekolah ini menjadi hal yang menarik bagi peserta karena di samping diberikan materi tentang kebencanaan, peserta juga diajari praktek dan simulasi penyelamatan diri pada saat terjadi bencana, nati dari Tagana akan menjelaskan materi serta praktek langsung," Ungkapnya
Lanjutnya, kegiatan nantinya Tim Dinsos Provinsi dan Tagana Provinsi didampingi Tagana Kabupaten akan turun langsung ke sekolah sekolah. Serta melakukan Edukasi terhadap Pelajar nantinya. Dari 36 anggota Tagana Kabupaten Mukomuko kan dibagi nanti untuk kegiatan Tagana masuk sekolah.
"Dalam kegiatan nantinya tim Tagana akan disebarkan di dua puluh sekolah yang telah dijadwalkan. Untuk satu sekolah nantinya akan dibagi setiap anggota Tagana. Kegiatan Tagana masuk sekolah ini akan diadakan 2 hari dalam satu hari kegiatan ada kita adakan sepuluh sekolah pada tanggal 9 dan 10 September 2022 ini,"jelasnya
Dodi berharap para pelajar nantinya dapat mengimplementasikan pemahaman bencana kepada keluarga, teman dan masyarakat yang ada di lingkungannya tentang potensi bencana.(Dnex)