Berita Terkini
Penarafflesia.com - Pada tanggal 22 Desember 2023, PERMAMPU memperingati Hari Pergerakan Perempuan secara hybrid melalui Pendidikan Politik untuk Pemilihan Umum (PEMILU) Inklusif dengan tema "Tidak seorangpun perempuan, kelompok marginal & rentan tertinggal dalam PEMILU." Acara ini sekaligus menjadi Pertemuan Akhir Tahun PERMAMPU, dihadiri oleh 159 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk perempuan muda, perempuan dewasa, perempuan dengan disabilitas, dan laki-laki pendukung Gerakan Perempuan akar rumput.
Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2023 diperingati sebagai Hari Pergerakan Perempuan, sebuah gerakan politik yang bermula dari Kongres Perempuan Pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Mataram (kini Yogyakarta). Kongres tersebut menjadi tonggak sejarah bagi pergerakan ibu-ibu yang berjuang untuk kemajuan bangsa. Namun, masalah ketidakadilan gender yang dihadapi perempuan masih relevan hingga kini.
Dalam rangka Hari Pergerakan Perempuan, PERMAMPU menggunakan acara ini sebagai platform pendidikan politik, khususnya terkait partisipasi, representasi, dan kepemimpinan perempuan dalam PEMILU. Dalam diskusi, beberapa temuan menjadi sorotan, antara lain:
1. Keterwakilan perempuan dalam PEMILU belum mencapai target 30% sebagaimana amanat UU No.7/2017.
2. Keterwakilan perempuan di Lembaga Legislatif Nasional masih di bawah 30%, menunjukkan tantangan dalam mencapai kesetaraan gender.
3. Penghitungan kuota perempuan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) masih menjadi isu, walaupun MA telah membatalkan kebijakan pembulatan ke bawah.
4. Kelompok marginal dan rentan, termasuk disabilitas, belum mendapatkan fasilitas yang memadai dalam proses PEMILU, seperti sarana suara braille dan akses yang ramah disabilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
5. Masyarakat di daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan logistik dan informasi terkait PEMILU.
PERMAMPU dan Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput Sumatera mengeluarkan himbauan untuk:
1. Menyelenggarakan PEMILU yang inklusif dengan menyediakan sarana dan prasarana ramah disabilitas dan kelompok rentan di TPS.
2. Meningkatkan kesadaran partai politik terhadap kebutuhan kelompok marginal, rentan, dan minoritas, serta memastikan keberagaman di dalam kepengurusan partai.
3. Mengajak PERMAMPU dan FKPAR Sumatera, bersama LSM dan masyarakat sipil lainnya, untuk aktif terlibat dan berkolaborasi dalam memastikan partisipasi aktif semua warga dalam PEMILU.
Dengan demikian, PERMAMPU berkomitmen untuk terus memperjuangkan keterlibatan aktif perempuan, kelompok marginal, dan rentan dalam setiap tahapan PEMILU demi menciptakan proses yang lebih inklusif dan demokratis.