Berita Terkini
Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu (Diskop UKM) terus menggenjot percepatan transformasi digital bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 75 pelaku UMKM ambil bagian dalam pelatihan bertajuk “Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi dan Branding” yang digelar di Ruang Hidayah Kantor Wali Kota, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, didampingi Kepala Diskop UKM Nellawati serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Ronny menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi tulang punggung pemasaran modern. Pelaku UMKM, menurutnya, tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan konvensional.
“Manfaatkan Instagram, Facebook, TikTok, hingga Shopee untuk meningkatkan omzet. Dengan pemahaman digital marketing yang baik, UMKM Kota Bengkulu harus mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Ia menilai, kemampuan membangun branding dan memproduksi konten kreatif menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di tengah derasnya arus persaingan digital.
Sementara itu, Nellawati memaparkan tantangan yang masih dihadapi. Dari total 41.000 UMKM yang terdata di Kota Bengkulu, baru 2.386 pelaku usaha yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas bisnisnya.
Angka tersebut menunjukkan masih lebarnya jarak antara potensi dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan literasi digital pelaku usaha, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
Pemkot Bengkulu menargetkan, melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan intensif, semakin banyak UMKM yang naik kelas tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui strategi promosi digital yang efektif. (adv)