Skip to main content

1.184 Unit Rumah di Bengkulu Dibiayai FLPP

Penarafflesia.com - Pemerintah mencatat backlog perumahan di Provinsi Bengkulu cukup tinggi dimana per Desember 2021 mencapai 80,5 ribu. Angka backlog adalah kekurangan rumah yang dihitung berdasarkan selisih antara jumlah kepala keluarga dengan jumlah rumah yang ada.

Pada kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menekan angka backlog perumahan di Bengkulu dengan program kredit kepemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) melalui pembiayaan penyertaan modal negara kepada PT Sarana Multigriya Finansial/PT SMF.

Memastikan program FLPP berjalan, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Arief Wibisono meninjau langsung pengembangan sektor perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di Perumahan Surabaya Permai 5, Kota Bengkulu, Kamis.

Dalam keterangannya, Arief mengatakan program FLPP merupakan terobosan kebijakan Pemerintah di bidang perumahan guna meningkatkan aksesibilitas MBR terhadap kredit pembiayaan perumahan. 

Bengkulu menjadi salah satu daerah dalam percepatan penurunan angka backlog. Pada semester I 2023, program pembiayaan FLPP di Bengkulu telah disalurkan sebesar 124,5 miliar rupiah untuk seribu seratus delapan puluh empat unit rumah. 

Arief berharap pemberian fasilitas pembiayaan perumahan FLPP ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah Bengkulu.

Sementara itu Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo yang mendampingi kunjungan kerja kementerian mengungkap berkomitmen melaksanakan kegiatan yang mendukung program Pemerintah di sektor perumahan, salah satunya yaitu melalui keterlibatan dalam penyediaan dana porsi 25 persen dalam penyaluran pembiayaan perumahan bagi MBR. 

Dengan ini pihaknya berharap Masyarakat berpenghasilan rendah di Bengkulu bisa mendapatkan hunian rumah yang nyaman dan layak sekaligus mengurangi angka kemiskinan ekstrem.

  • rica store

Berita Terkini