Faktor Rasa Kemanusiaan Kapolres Mukomuko, Restorative Justice diterapkan

Sepakat menempuh jalur restorative justice (RJ)

Penarafflesia, Mukomuko – Kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni pelapor PT. Daria Dharma Pratama (DDP), dan terlapor 40 orang warga malin deman, yang ditangkap pada tanggal (12/5) lalu. Sepakat menempuh jalur restorative justice (RJ), kesepakatan damai diluar jalur hukum pengadilan, bertepatan di Mapolres Mukomuko. senin (23/5).

Pada malam ini hari senin sekira pukul 21.00 Wib di Mapolres Mukomuko, Kapolres Mukomuko beserta jajaran menggelar konfrensi pers terkait status hukum 40 penjarah yang telah dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Mukomuko Polda Bengkulu. Dilatarbelakangi faktor kemanusiaan dan adanya perdamaian kedua belah pihak, maka Kapolres Mukomuko memutuskan mengambil langkah hukum restorative justice atau penyelesaian persoalan hukum diluar jalur pengadilan. Dalam perdamaian yang dituangkan didalam surat perjanjian, pihak penjarah juga tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan tidak akan mengganggu aktivitas yang dilakukan oleh manajemen PT. DDP.

 Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.Ik, M.H dalam Konfrensi pers mengungkapkan hal ini ditempuh untuk memberikan kepastian hukum yang memenuhi rasa keadilan ditengah masyarakat serta untuk kedepannya agar tidak terulang kembali aktivitas yang melanggar hukum.  

Ada empat point perjanjian dalam surat perdamaian kedua belah pihak, yang disepakati bersama. Terlapor siap meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan, terlapor juga berjanji tidak lagi mengganggu aktivitas di perusahaan tersebut. 

Pada kesempatan yang sama Ketua Forum Muda Media (FMM) Kabupaten Mukomuko Zulkifli memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolres Mukomuko beserta jajarannya yang telah mengambil langkah restorative justice ini. Hal ini dilakukan oleh Bapak Kapolres karena beliau juga tentunya mempertimbangkan rasa kasihan dan faktor moralitas.

"artinya para tersangka ini khan kepala rumah tangga. Jadi kalau dilakukan penahanan, yang menafkahi anak istrinya siapa? Nah menurut kami itu juga yang menjadi dasar pertimbangan Kapolres beserta jajaran. Luar biasa kepemimpinan Kapolres saat ini dan harapan kami kedepannya nanti, jangan diulang lagi kejadian seperti ini. Pungkasnya

Sementara Ketua LSM Lira Mukomuko Salman,  juga memberikan tanggapan bahwa dengan adanya Restorative Justice ini jangan pula dijadikan yurisprudensi bagi masyarakat lain untuk melakukan tindakan penjarahan yang sama atau jangan dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana. 

"Jika tertangkap, nanti bermohon juga untuk di restorative justice-kan, Kan repot jika demikian. Kita jaga marwah hukum dan sudahi penjarahan yang bukan hak kita."tutup Salman. (Dnex)

Berita Terkini