Skip to main content

BKKBN Bengkulu Bentuk Program DASHAT Untuk Capai Target Penurunan Stunting

Penarafflesia.com - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu meresmikan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di kampung keluarga berkualitas (KB).

Peresmian Dashat pertama di kampung KB Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah dan persemian kedua, Dashat di Kampung KB Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong. Dashat di masing-masing wilayah tersebut diharapkan dapat mengembangkan program pemenuhan gizi bagi warga setempat dengan menyesuaikan terhadap kondisi kebutuhan masyarakat desa.

Dashat di Kabupaten Lebong adalah launching perdana, hingga saat ini dashat di kabupaten tersebut baru terbentuk satu Dashat, yaitu di Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong.

Dengan berkembangnya program tersebut diharapkan dapat meraih sasaran penurunan stunting di Provinsi Bengkulu sebesar 12,55 persen pada 2024 mendatang, kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu M.Iqbal Apriansyah,SH,M.P.H kepada pewarta di Bengkulu, Sabtu (9/9/23).

"Awal bulan ini, tanggal 7-8 September 2023 kita telah melaunching Dashat di kampung KB di Bengkulu Tengah dan Kabupaten Lebong. Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu. Dengan melalui pemanfaatan sumberdaya lokal (termasuk bahan pangan lokal) dan dapat dipadukan bersama progam pemerintah secara lintas sektor", kata Iqbal.

Dikatakan Iqbal, percepatan penurunan stunting tidak dapat dilaksanakan oleh satu atau dua lembaga atau institusi saja. Akan tetapi perlu dikerjakan secara konvergensi atau bersama-sama, mulai dari unsur pemerintah, swasta, tokoh agama, media massa hingga masyarakat diperlukan untuk mengambil peran dalam mengatasi peristiwa gizi buruk yang dapat mengancam kesehatan anak bangsa yaitu terpapar stunting.

Penanganan stunting secara konvergensi itu telah ditegaskan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Amanat Perpres Nomor 18 Tahun 2020 Tentang RPJMN 2020-2024 Percepatan Penurunan Stunting menjadi Major Project dengan target nasional sebesar 14 persen pada 2024.

Lanjut Iqbal, bahwa pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkan sasaran penurunan stunting pada 2023 sebesar 15,69 persen dan pada 2024 mendatang dengan angka prevalensi sebesar 12,55 persen dan angka tersebut jauh di bawah target nasional. Untuk menyasar target tersebut telah dikembangkan program DASHAT di beberapa kampung KB. Hingga Agustus 2023 sebanyak 24 kampung KB yang telah mengembangkan program Dashat. Hingga saat ini setelah dikembangkan lagi di dua kampung maka total 26 Kampung KB terdapat DASHAT.

"Pengembangan Dashat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta komitmen pengelola program pemberdayaan masyarakat di wilayah kampung KB dalam rangka mempercepat penurunan stunting," ujarnya.

Melalui peningkatan peran masyarakat di wilayah kampung KB maka dapat meraih target masing-masing daerah yang telah ditetapkan bersama dalam Rakerda Bangga Kencana 2023 lalu. Pada 2024, sasaran di Kabupaten Bengkulu Selatan sebesar 11,85 persen, Rejang Lebong 14,96 persen, Bengkulu Utara 11,42 peren, Kabupaten Kaur dengan sasaran 9,74 persen, Seluma 13,98 persen, Mukomuko 12,04 persen.

Sementara itu, terhadap Kabupaten Lebong pada 2024 sebesar 12,97 persen, Kepahiang 13,01 persen, Bengkulu Tengah 14,14 persen dan target untuk Kota Bengkulu berdasarkan komitmen pemerintah setempat sebesar 9 persen.

Saat ini prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Bengkulu terdapat di Kabupaten Kepahiang dengan prevalensi 24,9 persen dan terendah masih berada di Kabupaten Kaur dengan angka 12,4 persen.

  • rica store

Berita Terkini