Skip to main content

Waduh! Pengemis di Kota Bengkulu Dimobilisasi Orang Kaya, Diantar Jemput Pakai Pajero Sport

Tangkapan layar pengantar pengemis di Kota Bengkulu.
Tangkapan layar pengantar pengemis di Kota Bengkulu.

Penarafflesia.com - Kejadian tak terduga terjadi di Kota Bengkulu ketika dua orang pengemis, yang biasa meminta uang di beberapa titik simpang, terungkap naik mobil mewah jenis Pajero Sport. Mereka terlihat turun dari mobil mewah tersebut di Simpang Nakau dan menjadi sorotan warga sekitar yang tidak terima dengan praktek tersebut. Kejadian ini dilaporkan langsung ke nomor WhatsApp Kadis Sosial, Sahat Situmorang, beberapa hari yang lalu.

Sahat Situmorang menjelaskan bahwa warga yang menyaksikan pengemis naik mobil mewah tersebut melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya. "Ada warga melapor ke saya, katanya melihat pengemis di Simpang Nakau itu ternyata diantar jemput menggunakan mobil Pajero Sport dengan nomor polisi luar provinsi Bengkulu (bukan BD). Bahkan, kejadian itu sempat direkam dalam sebuah video. Saat tim turun ke lokasi, pengemisnya langsung kabur," ujar Sahat.

Saat ini, pihak Dinas Sosial masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pemilik mobil tersebut dan tujuan di balik praktek mengantar jemput pengemis untuk mengemis di lokasi tertentu. Sahat mengungkapkan bahwa hampir setiap hari, ia bersama tim di Dinsos melakukan razia terhadap gelandangan dan pengemis, termasuk hari libur Sabtu dan Minggu baik siang maupun malam.

"Kalau pengemis itu memang miskin, kita bantu untuk dimasukkan ke DTKS melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG) untuk diusulkan mendapatkan bantuan sosial seperti PKH, BPMT, dan lainnya. Dan bila ditemukan yang benar-benar tidak memiliki tempat tinggal, Dinsos akan membawanya ke lembaga kesejahteraan sosial (LKS) yang memiliki panti," jelas Sahat.

Sahat menyampaikan bahwa Dinsos terus mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2007 tentang anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Sosialisasi ini memberikan dampak positif dengan berkurangnya jumlah pengemis di lapangan. Masyarakat yang semakin paham dengan Perda Nomor 17 menjadi lebih enggan memberi uang kepada pengemis, dan pemberi uang pun dapat dikenakan sanksi.

"Target kita tahun depan Kota Bengkulu bebas dari pengemis. Kemarin kami kembali melakukan razia bersama anggota Satpol PP dan mengamankan 9 orang pengemis. Sayangnya, 4 di antaranya adalah pelajar SD," tambah Sahat.

  • rica store

Berita Terkini