Skip to main content

Siapa Cawapres Ideal?

 Lukas Ispandriarno.
Lukas Ispandriarno.

Opini, Penarafflesia.com - ISU calon presiden dan calon wakil presiden senantiasa terkait dengan sejumlah konsep dalam komunikasi politik. Antara lain political marketing, political campaign, political advertising, hingga public opinion.

Konsep political advertising misalnya dapat mengulas bagaimana partai politik mengiklankan capres dan cawapresnya dengan aneka strategi. Bentuknya tampilan iklan, iklan koran, papan reklame, brosur hingga presentasi di media penyiaran, maupun media sosial.

Tujuan iklan politik adalah membujuk khalayak atau konstituen, langsung atau tidak langsung. Iklan politik merupakan elemen kunci dalam strategi pemasaran politik dan penting dalam pemilu (Steenburg, 2015).

Hingga hari ini, sekitar tiga bulan menjelang pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada 19 Oktober, atau delapan bulan pascadeklarasi Anies Baswedan, sejumlah pihak telah melakukan political advertising. 

Meski tidak menyampaikan visi, misi atau nomor calon, mereka telah melakukan sejumlah kegiatan mirip kampanye, termasuk pertemuan tatap muka dan memasang gambar di ruang publik. Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo telah berkeliling ke sejumlah wilayah dan melakukan pertemuan tatap muka, kecil maupun massal.

Media sosial mereka berisi berbagai aktivitas perjalanan tersebut. Kecuali Anies, tapi terutama Prabowo, oleh para pendukungnya kerap ditampilkan dekat dengan Joko Widodo. Baliho bergambar Prabowo dan Jokowi dengan judul 'Untuk Indonesia Terus Maju' dipasang di berbagai tempat.

Namun partai-partai politik belum juga memiliki pasangan calon wakil presiden bagi capresnya. Berbagai strategi iklan politik telah dijalani, aneka janji telah ditabur, sejumlah tokoh telah disebut, tapi belum ada yang jelas.

Dari pengamatan di berbagai media, konvensional maupun baru, media arus utama maupun media sosial, tiga partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan telah mencoba menjodohkan Anies dengan sejumlah tokoh. 

Ada Agus Harimurti Yudhono dan Ahmad Heryawan dan sederet nama seperti Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, Yenny Wahid dan sejumlah nama lain.

Kendati demikian berbagai tampilan itu tidak akan memberi pengaruh apapun bagi publik, termasuk konstituen, karena Anies belum juga mengumumkan, siapa sosok yang dipilih. Terima kasih.

***

Lukas Ispandriarno, (Dosen Ilmu Komunikasi UAJY)

*)Tulisan atau artikel opini yang dipublikasikan tidak mencerminkan pandangan redaksi, melainkan sepenuhnya dipegang penulis.

Tags
  • rica store

Berita Terkini