Skip to main content

Pemprov Hibah Lahan untuk Stasiun Bakamla di Pulau Enggano

Rapat penetapan pengalokasian ruang dan lahan untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) di ruang Rapat Raflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (11/7).
Rapat penetapan pengalokasian ruang dan lahan untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) di ruang Rapat Raflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (11/7).

Penaraflesia.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk memperkuat keamanan maritim di wilayahnya dengan mengalokasikan lahan seluas 12 hektar di Pulau Enggano untuk pembangunan Stasiun Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI).

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Bakamla RI untuk mendirikan stasiun di Bengkulu guna meningkatkan pengamanan laut, khususnya di pulau-pulau terluar. Hal ini pun dibahas melalui rapat penetapan pengalokasian ruang dan lahan untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) di ruang Rapat Raflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (11/7).

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa hibah lahan ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan peran strategis Kepulauan Enggano sebagai pulau terluar di Provinsi Bengkulu.

Adv

"Lahan yang akan kita serahkan atau kita hibahkan ini nanti tentu lahan yang sudah bersertifikat dan sudah 'clear and clean' serta sudah tercatat pada aset kita," sebut Khairil.

Pemilihan lokasi akhir akan dilakukan setelah melalui proses sosialisasi dan diskusi dengan masyarakat setempat. "Sedapat mungkin, lahan tersebut berdekatan dengan pelabuhan laut di Pulau Enggano, yaitu di Desa Malakoni dan Kahyapu agar akses Bakamla dapat cepat dan lancar," sampainya.

Diharapkan dengan hibah lahan ini, pembangunan Stasiun Bakamla di Pulau Enggano dapat segera terwujud dan memberikan manfaat yang optimal bagi keamanan maritim, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di pulau terluar tersebut.

  • rica store

Berita Terkini