Berita Terkini
Keberadaan Mahfud-MD mendampingi Ganjar Pranowo memang semakin menebalkan harapan kita tentang terwujudnya sebuah pemerintahan yang bersih di negeri ini.
Barangkali memang sangat sulit memberantas seratus persen aktivitas korupsi, dan itu harus diakui. Namun penegakan hukum yang tegas, penerapan sistem yang ketat, dan tentu saja komitmen yang besar dari pucuk pimpinan tertinggi, akan mampu menekan tindakan semacam itu.
Dalam debat cawapres semalam, kita pun kembali dibuat kagum oleh putra asal Madura ini karena kelantangannya bicara soal korupsi. "Kekayaan alam negara ini melimbah, SDM juga hebat, jika pertumbuhan ekonomi kita tak bisa mencapai 7 persen dalam setahun, itu karena menjamurnya korupsi," begitulah kira-kira ia mengawali sesi debat dengan tema besar ekonomi.
Jujur saja, aku senang mendengarnya. Bayangkan, korupsi adalah satu akar masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Namun sepanjang debat yang sama-sama kita ikuti, hanya Mahfud MD yang berani menyinggung dan mengobok-obok. Aku tidak tahu, apakah bagi pasangan calon lain korupsi bukan persoalan yang serius, atau barangkali sudah dianggapnya sebagai kewajaran?
Faktanya Mahfud MD membukakan mata kita semua bahwa sektor-sektor pertumbuhan ekonomi seperti belanja negara, ekspor impor, hingga invetasi, justru jadi ladang incaran koruptor. Bagaimana mungkin ekonomi bisa maju misalnya jika pemerintah masih bermental memeras saat ada investor yang hendak mendirikan perusahaan di suatu lokasi. Otomatis perusahan itu akan cari tempat lain, lapangan kerja pun hilang.
Belum lagi jika bicara proyek-proyek dengan anggaran besar yang gagal atau mangkrak. Itulah persoalan bangsa hari ini yang coba dia perbaiki.
Memberantas korupsi memang butuh nyali, dan rekam jejak Mahfud MD tampaknya sudah tidak perlu diragukan lagi untuk urusan itu. Kita bisa membayangkan, baru menjadi menteri saja dia sudah berhasil menyelamatkan sekitar Rp. 600 triliun uang rakyat. Apalagi jika kemudian dia menduduki jabatan tinggi di negeri ini mendampingi Ganjar Pranowo. Tentu jangkauannya lebih luas, ia makin punya keleluasaan untuk menekuk hantu-hantu anggaran.
Kita tahu Mahfud MD memang dipilih karena keberaniannya dalam urusan penegakkan hukum, termasuk ketegasannya membuat jera koruptor. Di wilayah-wilayah itulah nantinya peluru tak terkendali ini akan menyasar siapa saja yang mencoba-coba bermain dengan duit rakyat.
Pada akhirnya dari debat itulah kita jadi tahu mana pemimpin yang benar-benar ingin memberikan solusi atas permasalahan bangsa yang kita hadapi saat ini. Semata-mata itu untuk perbaikan menuju kemajuan. Jika kita setuju masalah utama negara ini adalah korupsi, maka tak berlebihan kita senandungkan kembali mantra dari Mahfud MD; "Korupsi tabrak, wir!"
Salam.
***
Sobar Harahap, Opini termuat di media sosial.