Berita Terkini
BENGKULU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Saidirman, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Tular Nalar Sekolah Kebangsaan dan Gelar Karya Siswa serta Dewan Guru yang diadakan di SMAN 1 Kota Bengkulu belum lama ini. Acara ini secara resmi dibuka oleh Bunda Literasi Provinsi Bengkulu, Derta Rohidin, yang juga menekankan pentingnya literasi digital dan politik, khususnya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang.
Saidirman menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi di kalangan generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan informasi yang begitu pesat berkembang di era digital. "Kami sangat mendukung upaya-upaya yang mengedukasi siswa dan masyarakat mengenai pentingnya memilah informasi yang tepat, terutama di era digital saat ini. Hal ini penting agar generasi muda dapat berperan aktif dalam menjaga integritas informasi di tengah maraknya berita bohong atau hoaks," ujarnya.
Bunda Literasi Provinsi Bengkulu, Derta Rohidin, dalam sambutannya juga mengungkapkan bahwa literasi digital bukan hanya soal memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat bijak dalam menyaring informasi yang beredar. "Di era Pilkada, pemahaman terhadap literasi digital sangat penting untuk membantu masyarakat memilih informasi yang benar dan dapat dipercaya," jelasnya.
Saidirman turut menambahkan bahwa pendidikan literasi digital harus menjadi bagian integral dari pendidikan formal yang diberikan kepada siswa. Dengan kemampuan literasi yang baik, para siswa diharapkan dapat mengidentifikasi dan menangkal hoaks serta informasi palsu yang beredar di media sosial.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa dan masyarakat dalam memperkuat pemahaman literasi digital dan politik. Ke depan, kami akan terus mendorong adanya pelatihan-pelatihan serupa untuk memastikan bahwa generasi muda Provinsi Bengkulu siap menghadapi tantangan informasi di masa depan," tambah Saidirman.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari para siswa yang mengikuti pelatihan tersebut. Rina, salah satu siswi kelas 11, mengaku bahwa pelatihan ini memberinya wawasan baru dalam menyaring informasi. "Sekarang saya tahu cara membedakan berita yang benar dan yang hoaks, terutama di media sosial," ujarnya.
Dengan kegiatan ini, Saidirman berharap dapat mendorong para siswa untuk menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. (Adv)